Baru tersadar Ko Tie dan Giok Hoa. Sesungguhnya, anak ini mirip dengan seekor kera. Bukankah Kam Lian Cu dulu diperkosa oleh seekor kera berbulu kuning emas, Kim Go dan bukankan dulu dia dalam keadaan hamil waktu ikut Oey Yok Su ke pulau Tho-hoa-to.
"Nah, Kim Lo! Cepat kau memberi hormat, kepada paman dan bibimu itu!" Perintah Oey Yok Su.
Kim Lo tidak berani berayal, cepat-cepat dia menekuk ke dua kakinya, dia berlutut memberi hormat kepada Ko Tie dan Giok Hoa bergantian. Katanya:
"Kim Lo memberi hormat kepada paman dan bibi, harap kau memberikan petunjuk kepada Kim Lo."
Ko Tie dan Giok Hoa tersenyum mereka cepat-cepat memimpin bangun bocah itu.
"Bangunlah adik Kim Lo. Jangan banyak peradatan," Kata Ko Tie, "Sayang sekali paman dan bibi tidak tahu akan bertemu dengan kau, sehingga kami tidak mempersiapkan hadiah untukmu,"
Setelah berkata begitu Ko Tie berdiam sejenak, dia merabah pinggangnya mengeluarkan sebuah seruling. Dan seruling itu diberikannya kepada Kim Lo. "Ambilah seruling ini sebagai hadiah kami Kim Lo!"
Bukan main girangnya Kim Lo. Dia menyambuti dengan kedua tangannya.
"Terima kasih paman! Terima kasih!" Dan ia mengawasi seruling itu dengan tertarik. "Kong-kong juga sering meniup seruling! Kong-kong telah mengajarkan aku beberapa lagu! Aku akan coba memainkannya, sekarang kau tidak perlu meminjam seruling Kong-kong karena aku telah memiliki seruling sendiri."
Sambil berkata begitu, Kim Lo mulai meniup serulingnya membawakan lagu yang bersemangat. Ternyata bocah ini memang pandai dan mahir sekali meniup serulingnya.
Rupanya waktu Ko Tie dan Giok Hoa meresmikan pernikahan mereka. Yo Him telah menghadiahkan mereka sebuah kado yang berisi seruling yang merupakan senjata pusaka dulu dipergunakan Yo Him.
Dan dengan dihadiahkan seruling itu sebagai hadiah perkawinan Ko Tie, Yo Him mengharapkan Ko Tie bisa mempergunakan sebagai senjatanya. Karena memang Yo him tidak mau mempergunakan seruling pusaka itu sebagai senjatanya.
Akan tetapi Ko Tie justru telah melatih ilmu pedang bersama Giok Hoa, mereka berdua mempergunakan pedang sebagai senjata mereka. Seruling itu tidak pernah dipergunakan. Tapi selalu dibawanya ke mana saja mereka pergi sebagai kenang-kenangan yang diberikan Yo Him.
Siapa tahu sekarang mereka bertemu dengan Kim Lo, bocah yang telah dianggap sebagai cucu dari Oey Yok Su. Mereka tidak memiliki hadiah untuk pertemuan pertama ini, karenanya Ko Tie berpikir pada seruling pusakanya itu, dan menghadiahkannya kepada Kim Lo.
Siangkoan Yap sendiri tidak memiliki barang berharga, dia telah mengeluarkan sebatang kipas biasa. Dia berikan kepada Kim Lo, katanya: "Paman cuma bisa memberikan kipas ini. Kipas ini bukan kipas luar biasa, tapi memiliki kelebihan dibandingkan kipas biasa, lihatlah!"
Sambil berkata begitu, kipas itu dilontarkannya, kipas meluncur seperti terbang, karena terbuka lebar, menyambar keranting pohon. Ranting pohon itu terbabat putus, karena seperti bumerang saja kipas itu berkelebat tajam.
Rupanya kipas itu selain terbuat dari dasar kain cita yang kuat juga rangkanya terbikin dari besi campuran beberapa macam logam yang keras, juga pada rangkai rangka itu dibuat sedemikian rupa, sangat tajam. Kipas itu bisa sewaktu-waktu dipergunakan sebagai pengganti senjata jika memang tidak dipergunakan sebagai pengipas.
Kim Lo girang bukan main, dia mengucapkan terima kasih.
Oey Yok Su sendiri segera menceritakan pengalamannya dia berada di Lembah Pit-mo-gay berdua dengan Kim Lo.
"Kalau begitu!" Kata Ko Tie sengit. "Kita harus merampas pulang Giok-sie!"
"Ya! Memang kita akan merampasnya pulang. Jika mereka tidak mau menyerahkan juga biarlah aku akan mengambilnya dengan membuka jalan berdarah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
