Setelah berkata begitu, Yang Ie memperlihatkan sikap bersiap sedia buat menerima serangan.
"Benar-benar taijin tak mau bicara secara baik-baik guna memberitahukan, di mana markas teman-temanmu?" Tanya Kim Lo, menegasi sambil mengawasi tajam sekali.
Yang Ie sudah tidak menyahuti, dia mengibaskan tangannya. Tahu-tahu dia melepaskan beberapa batang jarum, yang meluncur ke arah Kim Lo. Jarum itu berwarna hitam. Tentunya itulah jarum yang beracun dan berbahaya.
Sambil menimpuk seperti itu, Yang Ie memutar tubuhnya, dia bermaksud hendak melarikan diri.
Tapi Kim Lo mana bisa diperlakukan seperti itu? Walaupun jarum-jarum tersebut menyambar deras sekali ke arahnya, tokh dia dengan mudah menghindarkan diri. Dan telah mengibas dengan lengan bajunya, maka jarum-jarum itu terlempar ke arah lain.
Kini Kim Lo juga sudah menjejak. Dia meluncur dengan pesat menerjang Yang Ie.
Yang Ie baru saja berlari beberapa tombak. Dia memang bermaksud hendak melarikan diri. Tahu-tahu dia merasakan dari arah belakangnya menyambar angin pukulan yang kuat.
Cepat-cepat Yang Ie memutar tubuhnya, terpaksa dia membatalkan maksudnya hendak melarikan diri. Dia juga telah menangkisnya dengan kuat ke belakang.
Tapi, dia menangkis angin kosong karena Kim Lo menarik pulang tangannya. Hanya tubuhnya yang telah meluncur terus. Dan barulah kemudian dia mengulurkan tangannya buat mencengkeram pundak Yang Ie.
Walaupun Yang Ie jeri pada Kim Lo tokh dia adalah pahlawan kerajaan yang memiliki kepandaian tidak rendah. Dalam keadaan terdesak seperti itu, dia tidak mau manda berdiam diri saja untuk dicengkeram. Karena dari itu, dia telah membalas menyerang setelah berkelit. Tiga kali beruntun.
Dalam keadaan nekad seperti itu, setiap serangannya seperti juga pukulan yang hendak mengadu jiwa.
Lincah sekali Kim Lo menghindarkan diri dari setiap serangan tersebut.
Sedangkan Yang Ie mempergunakan kesempatan itu telah mencabut pedangnya.
Justeru Yang Ie mencabut pedangnya, berarti dia telah mencari penyakitnya sendiri. Kim Lo juga tidak ayal telah mengeluarkan serulingnya.
Waktu itu Yang Ie menikam dua kali, tokh cepat sekali Kim Lo mengeluarkan serulingnya dan tahu-tahu telah menotok jalan darah Mang-su-hiat di dada si pahlawan istana kaisar itu.
Pahlawan Kaisar itu terkejut, dia berusaha berkelit. Namun gerakan seruling Kim Lo aneh sekali. Mata ujung seruling seperti bisa berobah menjadi beberapa batang, dan menyambar berbagai tempat, membuat Yang Ie belum tahu apa-apa dia telah tertotok, seketika tubuhnya jadi lemas, tenaganya berkurang banyak.
Hampir saja dia jatuh terduduk lemas, untung saja dia memiliki latihan lwekang yang kuat, maka dia masih bisa mengempos seluruh sisa tenaga yang ada padanya buat mempertahankan kuda-kuda sepasang kakinya.
Kim Lo tidak membiarkan sampai di situ,
"Terimalah serangan!" Berseru Kim Lo, dan pesat sekali serulingnya menyambar lagi.
"Tukkk!" Jalan darah Yang Ie tertotok lagi.
Dia tubuh terjengkang dengan muka pucat. Dia beringsut hendak melarikan diri, dan menimpukkan pedangnya kepada Kim Lo.
Namun Kim Lo bisa mengelakan sambaran pedang yang ditimpukkan Yang Ie.
"Hemmm, kau mau bicara atau tidak, Taijin? Atau memang memaksa aku mempergunakan kekerasan buat memaksa dirimu?" Tanya Kim Lo kemudian.
Muka Yang Ie pucat pias.
Bie Lan mengawasi semua itu dengan penuh kagum. Ia tidak menyangka si pemuda yang mukanya selalu ditutupi oleh kain putih itu, yang mengaku sebagai cucu Oey Yok Su, benar-benar memang memiliki kepandaian yang tinggi sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasiCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
