Dan memang ia tidak menaruh kecurigaan, sebab ia menduga tentunya kedua muda mudi itu ingin pergi untuk menghindarkan diri dari serbuan tentara kerajaan. Bukankah Oey Yok Su sudah berdiri di pihaknya? Karena dari itu, ia segera juga tersenyum kepada Oey Yok Su.
Waktu itulah tampak Oey Yok Su bilang dengan suara perlahan kepada Mo-in-kim-kun, "Sayang sekali aku tidak dapat membantumu untuk menghadapi kurcaci itu! Aku ingin pergi!"
"Oey Loshia..... tunggu dulu!" Mo-in-kim-kun kaget dan coba mencegah kepergian Oey Yok Su.
Tapi Oey Yok Su tidak memperdulikan sikap dan kata-kata Mo-in-kim-kun, sebab ia telah menjejakan kakinya. Tubuhnya seketika melesat ke tengah udara. Ia telah melesat seperti juga terbang, menuju ke mulut lembah.
Memang pasukan tentara kerajaan tengah menyerbu dari mulut lembah. Namun Oey Yok Su tidak jeri, karena mudah saja ia mempergunakan gin-kangnya, melesat di tengah udara dan dengan, melompat ke sana ke mari, dia sudah bisa menghindarkan diri dari para tentara kerajaan tersebut.
Ada dua orang perwira yang melompat ke depan Oey Yok Su, coba untuk mencegah jago tua itu pergi meninggalkan tempat itu dengan serangan yang beruntun. Namun Oey Yok Su tetap, tidak mau melayani karena dengan mengibaskan tangannya, ia berhasilkan merubuhkan dua orang perwira tersebut yang terjengkang ke belakang. Untung saja mereka tidak sampai terguling rubuh di tanah, cuma terhuyung ke belakang dan mereka hampir rubuh.
Oey Yok Su berlari dengan cepat sebentar saja ia sudah berhasil mencapai mulut lembah.
Ia melihat Giok Hoa dengan Siangkoan Yap tengah dikeroyok oleh pasukan tentara kerajaan. Ia cepat-cepat menyerbu uatuk membantu mereka.
Mudah sekali Oey Yok Su melemparkan mereka seorang demi seorang, untuk membuka jalan. Giok Hoa dan Siangkoan Yap bersorak girang. Karena mereka girang melihat datangnya Oey Yok Su, berarti mereka tak memperoleh kesulitan lagi.
Cepat bukan main mereka bertiga berlari terus meninggalkan lembah itu. Mereka melihat Ko Tie dengan memanggul Kim Lo tengah berlari cepat menjauhi diri dari mulut lembah itu, menuju ke arah selatan.
Oey Yok Su bersiul. Tubuhnya melesat cepat sekali, sebentar saja ia sudah bisa mengejar Ko Tie.
"Lontarkan Kim Lo kepadaku!" teriaknya kemudian.
Perintahnya dipatuhi Ko Tie, yang segera melontarkan Kim Lo kepada Oey Yok Su.
Kim Lo berseru kaget, karena tubuhnya melayang di tengah udara ringan sekali, secara cepat ia segera bergerak berputar di tengah udara mempergunakan gin-kang yang pernah dipelajarinya dari Oey Yok Su. Tubuhnya berputar tiga kali.
Waktu tubuhnya telah hinggap di pundak Oey Yok Su, tangan Oey Yok Su menjambret menurunkannya sambil tertawa-tawa: "Anak nakal, enaknya kau dibawa berlari-lari seperti tadi.......?"
"Kong-kong! Kong-kong!" teriak Kim Lo kemudian dengan sikap yang manja. "Tadi Kongkong pergi ke mana? Aku berkuatir sekali kalau saja Kong-kong mengalami sesuatu yang tidak enak."
"Ayo kita tinggalkan tempat ini secepatnya.......!" Ajak Oey Yok Su.
"Tunggu dulu Oey Locianpwee.......!" Kata Ko Tie dengan sikap ragu-ragu dan saling melirik kepada Giok Hoa dan Siangkoan Yap.
Oey Yok Su menoleh, "Kenapa?" tanyanya
"Bukan..... bukankah kita belum lagi memperoleh......." Kata Ko Tie ragu-ragu.
"Kau maksud Giok-sie?" tanya Oey Yok Su.
Ko Tie mengangguk.
"Ya, apakah kita pergi begitu saja?" Tanya Ko Tie kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantastikCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
