Jilid 149

1.4K 31 0
                                        

Bie Lan jadi batal untuk masuk ke ruang dalam rumah penginapan, dia menghampiri.

Setelah melihat orang itu, Bie Lan mengeluarkan suara tertahan dan berjongkok di dekatnya.

"Kau...... kau kenapa?"

Orang itu yang terluka tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia cuma bisa merintih.

Kim Lo juga sudah datang menghampiri.

Justeru melihat sosok tubuh itu, setelah melihat mukanya seketika Kim Lo kaget sampai dia berseru nyaring! Dia memanggil orang itu, tidak lain dari Su Nio Nio.

"Su Nio Nio.......!" Akhirnya Kim Lo bilang begitu dengan suara tertahan.

Yo Bie Lan menoleh.

"Kau kenal padanya?"

Kim Lo mengangguk.

"Ya, dialah si nenek yang kemarin telah kau hadapi!" kata Kim Lo.

Sekali lagi si gadis memperhatikan muka si nenek! Dia kemudian melihat punggung si nenek, barulah di waktu itu Bie Lan mengenalinya bahwa nenek tua ini benar-benar Su Nio Nio si Nenek tua bungkuk.

"Ihhh, mengapa kau bisa terluka demikian parah?" menggumam si gadis.

Si nenek tua bungkuk itu telah mengerang perlahan, kemudian tangannya terangkat: "Ini......., ini Giok-sie, cepat kalian bawa Giok-sie sembunyikan. Sebentar lagi Kam Yu akan datang menyusul ke mari bersama-sama dengan anak buahnya!"

Bie Lan kaget di tangan si nenek tua bungkuk yang sudah keadaannya sudah sekarat itu, memang tercekal Giok-sie. Benda yang terbuat dari batu Giok, yang jadi rebutan orang-orang rimba persilatan.

Tanpa ragu-ragu Bie Lan telah menerima Giok-sie itu. Kemudian diberikan kepada Kim Lo.

"Aku..... aku, sudah merampas Giok-sie itu dari tangan Kam Yu, tapi aku tidak lolos dari tangannya dan tangan jahat anak buahnya. Aku terluka hebat sekali.......

"Namun aku masih bisa meloloskan diri dari mereka, aku telah bisa melepaskan diri dan sekarang mereka tengah mencari jejakku..... Cepat selamatkan Giok-sie itu, cepat pergi!"

Napas si nenek itu memburu keras sekali, mukanya yang penuh dengan keriput ketuaan, telah pucat pias. Tampaknya seperti tidak berdarah.

Matanyapun tidak bersinar, guram sekali. Tubuhnya menggigil menahan sakit.

Di waktu itu tampak Bie Lan berusaha menotok beberapa jalan darah di tubuh si nenek. Tapi sudah tidak dapat tertolong lagi jiwa tua si nenek, karena di waktu itu dia sudah menghembuskan napasnya yang terakhir.

Kim Lo menggidik!

Su Nio Nio memiliki kepandaian yang tinggi. Dia saja, tidak bisa merubuhkan nenek tua ini, tapi mengapa justeru Su Nio Nio bisa terluka demikian hebat di tangan Kam Yu dan anak buahnya! Malah akhirnya dia buang jiwa karena Giok-sie.

Sedangkan Giok-sie sudah berada di tangannya. Melihat si nenek tua itu sudah binasa malah cepat-cepat Kim Lo menarik tangan Bie Lan.

"Mari kita beritahukan kepada paman Ko Tie," Katanya.

Bie Lan juga segera mengangguk, mereka masuk ke dalam rumah penginapan. Mengetuk pintu kamar Ko Tie.

Ko Tie dan Giok Hoa yang tengah tertidur nyenyak, terkejut. Karena pintu kamar mereka diketuk begitu keras, segera juga melompat turun dari pembaringan, dan membuka pintu kamarnya.

Di saat itu tampak Ko Tie masih ngantuk, namun melihat Kim Lo dan Yo Bie Lan yang di depan pintu kamarnya itu, dia menduga tentunya urusan penting. Dia pun segera membuka lebih lebar, tanyanya. "Ada apa?"

Pendekar Aneh Seruling SaktiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang