Auwyang Phu kaget. Ia sampai berseru. Dan ia melompat ke belakang.
Kim Lo cepat-cepat menutupi mukanya dengan kain putih itu. Bukan main gusarnya Kim Lo, karena wajahnya telah sempat dilihat oleh Auwyang Phu.
"Hahaha!" Tertawa Auwyang Phu setelah rasa herannya berkurang: "Tidak tahunya aku tengah bertempur dengan seekor monyet! Haha haha!" Sambil tertawa tidak hentinya, ia telah melompat dan menerjang lagi.
Kim Lo yang juga sudah naik darah dan gusar, tidak tinggal diam, karena iapun segera menerjang dengan hebat, setiap serangannya sekarang ini jauh lebih hebat. Ia tidak main-main lagi, ia bermaksud untuk berusaha merubuhkan Auwyang Phu.
Begitulah, mereka terlibat dalam pertempuran yang seru sekali. Tubuh mereka berkelebat ke sana ke mari seperti juga bayangan.
Ada yang menguntungkan Kim Lo, yaitu gin-kang yang dimiliki Kim Lo memang sangat tinggi dan mahir, gin-kang yang merupakan ilmu istimewa Oey Yok Su. Dan ia mempergunakan gin-kangnya itu untuk mengepung Auwyang Phu, membuatnya jadi pusing.
Auwyang Phu sendiri tengah diliputi perasaan heran.
"Dilihat usianya, mungkin ia baru duapuluh tahun, tapi mengapa ia demikian lihay? Dan mengapa mukanya seperti muka kera?" Sambil berpikir begitu, tidak hentinya ia mendesak Kim Lo bertubi-tubi.
Waktu itu Kim Lo terus juga mendesak Auwyang Phu, sampai akhirnya Auwyang Phu melompat kebelakang berjumpalitan tidak hentinya, menjatuhkan diri.
"Sekali ini aku mengampuni jiwamu, karena aku harus mengolah obatku yang tidak dapat tertunda dan aku akan membiarkan jiwamu dititipkan pada batok kepalamu. Tapi dilain kesempatan kita akan bertemu lagi." Sambil berkata begitu Auwyang Phu terus juga melesat dengan cepat, dan Kim Lo mengejarnya.
Mereka jadi saling kejar, karena Kim Lo tidak mau melepaskannya. Auwyang Phu tetap hendak memisahkan diri. Karena Auwyang Phu berpikir tidak ada gunanya ia melayani terus Kim Lo yang hanya akan membuang-buang tenaga.
"Berhenti pengecut!" teriak Kim Lo.
Namun Auwyang Phu terus juga lari.
Waktu itu mereka telah melalui puluhan lie tapi mereka masih saling kejar terus menerus.
Sambil mengejar Kim Lo pun berpikir: "Ia mengaku sebagai putera Auwyang Hong. Tentunya dia bukan sebangsa munusia baik-baik terlebih lagi tadi dalam pertempuran setiap jurus yang dipergunakannya adalah ilmu silat yang sesat. Hemm, jika aku terus juga mengejarnya dan bisa melukainya, jelas aku tidak akan disesali suhu.......!"
Karena berpikir begitu, Kim Lo mengejar terus. Tubuhnya seperti bayangan setan saja, berkelebat sangat cepat.
Auwyang Phu sendiri mengempos semangatnya dan mengerahkan tenaganya, berlari terus dengan cepat. Dan ia pun tidak mau melayani Kim Lo.
Tengah Kim Lo asyik mengejar lawannya mendadak terdengar suara derap kaki kuda. Kim Lo melirik ke belakangnya. Segera terlihat seorang penunggang kuda tengah melarikan binatang tunggangannya dengan cepat sekali.
Dan yang membuat hati Kim Lo terkesiap, justru orang di atas punggung kuda itu dikenalinya sebagai orang yang membuat hatinya berdebar. Seorang gadis yang berpakaian merah. Dan gadis itulah yang pernah bertempur dengannya, karena gadis itu sangat galak sekali main cambuk dan main menyerang dengannya.
Kim Lo tersentak bingung dan gugup, karena seketika hatinya berdebar. Ia memang tertarik pada gadis itu.
Sekarang melihat gadis tersebut muncul di situ, tentu saja membuat ia jadi tergoncang perasaannya. Ia merandek, dan karena itu Auwyang Phu telah lari semakin jauh dan akhirnya lenyap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
