Jilid 24

2.7K 37 1
                                        

Tan Goanswe pun selama itu diobati oleh Bun Ong Hoat-ong, berangsur-angsur ia mulai sehat. Malah setelah lewat dua minggu, dia sudah bisa duduk dan bicaranya mulai lancar, untuk menceritakan apa yang telah dialaminya di Lembah Pit-mo-gay.

Apa yang diceritakan oleh Tan Goanswe atau nama lengkapnya Jenderal Tangarlut itu, merupakan pengalaman yang menakjubkan karena justeru ia telah mengalami kekalahan yang sangat parah di lembah Pit-mo-gay.

Menurut Jenderal Tangarlut, dia telah dihadapi oleh puluhan orang yang berkepandaian tinggi. Setiap lawannya memiliki kepandaian yang tidak berada di sebelah bawah kepandaiannya.

Karena dari itu, walaupun Jenderal Tangarlut memiliki ilmu silat yang tinggi dan mahir, tokh dikeroyok seperti itu, ia telah terluka, dan tertawan. Malah kemudian, dia disiksa dengan berbagai cara seperti dipindahkan seluruh letak jalan darah di tubuhnya, dengan begitu darahnya beredar kalang kabutan, dan juga ia telah dilukai oleh jarum-jarum yang mengandung racun, yang berbagai jenis dan juga bekerjanya sangat cepat. Dia juga dilukai di dalam yang parah.

Tapi keadaan di dalam Pit-mo-gay memang sangat menakjubkan bagi Tangarlut, jenderal yang telah kandas dengan pasukannya tersebut. Karena ia sempat menyaksikan, lembah itu memiliki banyak sekali jalan rahasia, juga banyak rumah-rumah yang bisa dipindahkan secara ajaib sekali membuat dia dengan pasukannya ketika berada di Pit-mo-gay jadi bingung dan panik, itulah sumber kekalahannya yang pertama.

Yang telah mengerikan, ketika ia dibawa ke dasar lembah, di mana tempat itu dijadikan semacam markas besar kaum pemberontak. Di dasar lembah itupun banyak sekali rahasia yang tidak bisa terungkapkan.

"Jika dilihat dari gerak-gerik dan cara berkata-kata para pemberontak itu, mereka bukan terdiri dari orang-orang Han belaka, mereka bercampur baur dengan suku bangsa lainnya. Juga mereka aneh-aneh, yang mereka cari adalah Giok-sie, cap kerajaan karena dengan Giok-sie mereka ingin menggerakkan rakyat, untuk menentang kerajaan Tay Goan.

Banyak keanehan yang dijumpai Jenderal Tangarlut, tapi tidak seluruhnya ia ingat karena banyaknya pengalaman yang menakjubkan dialaminya. Ia mendengar suara seperti orang yang menangis dari tempat kejauhan, ia melihat gadis-gadis cantik seperti bidadari yang berpakaian serba putih, seakan-akan bisa menari-nari di angkasa seperti barisan dewi yang baru turun dari kahyangan.

Dan juga ia menyaksikan banyak sekali binatang-binatang berbisa yang aneh luar biasa, di samping itupun banyak ia melihat pemberontak yang berpakaian beraneka ragam cara berpakaian mereka itu berlainan satu dengan yang lainnya. Ada yang berpakaian sebagai busu, ada yang berpakaian sebagai siucai, pendeta, tie-kwan, tosu, pengemis atau pun juga pakaian dari para bangsawan. Dan ini memang benar-benar membingungkan Jenderal Tangarlut.

Banyak yang diceritakan Jenderal itu, sampai akhirnya Hakarsan berunding dengan Bun Ong Hoat-ong. Sedangkan Jenderal Tangarlut diminta untuk beristirahat lebih jauh, karena kesehatannya belum pulih keseluruhnya.

"Bagaimana menurut tanggapan Taysu?" Tanya Pangeran Hakarsan setelah mereka berada berdua di kamar kerja pangeran itu.

Bun Ong Hoat-ong tersenyum tawar.

"Biarpun mereka memiliki kepandaian yang cukup tinggi, tapi Lolap akan menyapu bersih mereka!" Menyahuti Bun Ong Hoat-ong dengan angkuh.

"Hemmm, mungkin juga Jenderal Tangarlut telah ditakut-takuti dan digertak olen para pemberontak itu, sehingga ia melihat segala yang tidak-tidak bagaikan dalam khayalan! Atau memang ada di antara para pemberontak itu yang mengerti ilmu sihir dan telah mempengaruhi Jenderal Tangarlut, membuat semangat bertempur Jenderal Tangarlut jadi musnah!"

"Mungkin juga pendapat Taysu benar!" Bilang pangeran Hakarsan sambil tersenyum: "Justeru kami mengundang Taysu dengan harapan Taysu mau membantu kami. Kesediaan Taysu memang kami harapkan benar, karena walaupun bagaimana memang kami mengandalkan Taysu!

Pendekar Aneh Seruling SaktiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang