Namun tidak percuma Kim Lo telah memperoleh didikan yang baik sekali dari Oey Yok Su. Walaupun lawannya lihay dan juga ilmunya sangat aneh namun ia masih bisa menghadapinya dengan baik.
Akhirnya Kim Lo tidak mau memikirkan tentang lawannya ini, sebab ia harus mencurahkan seluruh perhatiannya buat menghadapi lawan tersebut. Karenanya ia cepat-cepat mengempos semangatnya dan balas menyerang setiap kali memiliki kesempatan.
Mereka bertempur seru sekali. Sama sekali Kim Lo tidak jeri. Kalau saja ia telah berpengalaman, niscaya ia tidak akan memperoleh kesulitan merubuhkan lawannya. Hanya saja justeru biarpun kepandaian Kim Lo telah tinggi tokh kenyataannya ia masih kalah dan kurang pengalaman dari lawannya, membuat beberapa kali kesempatan yang sangat baik terlewatkan begitu saja.
Lawannya juga heran bukan main melihat beberapa puluh jurus telah lewat tanpa ia memiliki kesempatan untuk merubuhkan Kim Lo. Jangan merubuhkan, sedangkan mendesak saja ia tidak berhasil.
"Siapa orang ini? Atau memang termasuk salah seorang dari musuh-musuhku? Bukankah mukanya ditutupi oleh kain putih itu, sehingga tampak tidak tampak wajahnya?
"Hemm, jika memang ia termasuk sebagai salah seorang musuhku, maka ia harus dibinasakan! Melihat ilmu silat yang dipergunakannya, memang mirip-mirip dengan ilmu silat seseorang."
Karena berpikir begitu, lawan Kim Lo tiba-tiba melesat cepat sekali ke belakang sambil membentak.
"Hentikan!"
Tubuhnya gesit sekali telah melompat berjungkir balik lagi, untuk berdiri dengan sepasang kakinya, matanya memancarkan sinar sangat tajam.
Kim Lo menahan tangannya, ia berhenti bersilat. Cuma saja ia mengambil sikap bersiap sedia.
"Hemm, apakah sekarang kau mau membatalkan tuntutanmu yang meminta ganti rugi dariku?" Tanya Kim Lo dengan suara mengejek.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya orang itu tanpa memperdulikan ejekan Kim Lo. "Mengapa kau tidak berani memperlihatkan wajahmu padaku, sehingga perlu kau tutupi dengan kain putih itu?"
Kim Lo tertawa dingin.
"Tentang diriku tidak perlu kau pusing! Sekarang katakan dulu, siapa kau?" Kim Lo berbalik bertanya.
Lawan Kim Lo jadi mendongkol bukan main. Ia telah memandang bengis.
"Aku seorang yang tidak senang selalu menyembunyikan she dan nama! Dengarlah baik-baik! Aku Auwyang Phu! Kau sudah dengar? Aku she Auwyang dan bernama tunggal Phu!"
"Auwyang Phu?" Tanya Kim Lo agak terkejut juga bercampur dengan perasaan heran.
"Benar! Kau kaget?!" Mengejek orang itu yang ternyata memang tidak lain dari Auwyang Phu. Ternyata, ia putera Auwyang Hong hasil hubungan gelap Auwyang Hong dengan Cek Tian.
Di dalam kisah Anak Rajawali telah dijelaskan betapa Cek Tian dan Auwyang Phu dilukai oleh Swat Tocu, Ko Tie, Giok Hoa, dan guru Giok Hoa, yaitu Yo Kouwnio. Dan ia bersama ibunya telah pergi ke suatu tempat untuk melatih diri lebih baik.
Peristiwa itu terjadi duapuluh tahun yang lalu, dan kini Auwyang Phu sudah berusia empatpuluh tahun lebih. Ibunya, Cek Tian sudah menutup mata.
Dan sejak saat itu Auwyang Phu berkelana seorang diri. Ia selalu mencari binatang-binatang berbisa untuk ditangkapnya dan diambil racunnya. Ia selalu berusaha menciptakan racun yang paling dahsyat dari campuran bisa binatang beracun itu. Kepandaiannya pun telah pulih dan lebih tinggi dari beberapa waktu yang lalu.
Bisa dibayangkan, dulu dengan dikeroyok oleh Swat Tocu, Ko Tie, Yo Kouwnio dan Giok Hoa, dia baru bisa dilukai. Dan bisa dibayangkan juga betapa tinggi kepandaian Auwyang Phu yang sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
