Jilid 29

2.2K 42 0
                                        

"Hemmm, sesungguhnya aku bersedia mengampuni diri kalian berdua, tapi sayangnya, manusia seperti kalian ini tidak layak menjadi anak buahku! Manusia seperti kalian tentunya akan menjadi anak buah yang tidak setia karena kalian bersedia mengabdi dalam ketakutan seperti itu.

"Suatu saat kelak, jika kalian memiliki kesempatan, tentu kalian akan berkhianat. Hemm, kalian pun harus pergi ke akherat, menyusul dua orang saudara angkatmu! Bereskan dia!"

Kata-kata Mo-in-kim-kun yang terakhir itu ditujukan kepada orangnya yang tadi telah membereskan Sung Sie Coan dan Cie Pang, nadanya bengis sekali.

"Hamba menjalankan perintah!" menyahuti orang itu.

Mendengar diri mereka tidak akan diampuni, rupanya Lo Siang An dan Liang Ie Shen nekad. Tiba-tiba mereka menerjang kepada orang yang tangguh itu.

Mereka bermaksud, jika tokh dia harus mati, orang itu pun harus mati. Mereka menubruk untuk terjun ke dalam kolam bersama-sama.

Tapi bukan main kecewanya Liang Ie Shen dan Lo Siang An, mereka menubruk tempat kosong, karena orang tua tangguh itu merandek, dia menekuk ke dua kakinya membarengi dengan itu ke dua tangannya bergerak.

"Dukkk! Bukkk!" Dada dari Lo Siang An dan Liang Ie Shen kena dihajar telapak tangannya diwaktu tubuh kedua orang itu tengah menubruk padanya.

Terdengar jerit kematian, tubuh kedua jago itu telah menemui kematian secara konyol, karena tubuh mereka pun tercebur ke dalam kolam itu. Dan sedetik tersiar bau hangus daging, terlihat tulang mereka pun ciut menjadi kecil.

Mo-in-kim-kun tertawa bergelak-gelak.

"Setiap orang yang berani lancang masuk ke Pit-mo-gay memang harus menerima ganjaran seperti itu! Hemmm, mereka adalah yang keseratus duapuluh satu, seratus duapuluh dua, seratus duapuluh tiga dan seratus duapuluh empat! Catat!"

Dan perintahnya itu diberikan kepada si gadis yang berdiri di sisi kirinya. Gadis ini mengiyakan dan Mo-in-kim-kun tertawa bergelak-gelak lagi.

"Jika kelak kita telah bergerak, jangan harap kerajaan Tay Goan dapat menghadapi kita, semuanya akan kita sapu! Hahahaha, Giok-sie telah berada di tanganku, berarti tidak lama lagi resmilah aku yang duduk di atas takhta kerajaan sebagai Kaisar yang berkuasa dipermukaan Tiong-goan kata Mo-in-kim-kun lagi

"Hidup Kaisar seribu tahun!" berseru semua orang Pit-mo-gay itu dengan suara yang nyaring. Tampaknya Mo-in-kim-kun senang sekali.

Memang di dasar lembah Pit-mo-gay diliputi oleh rahasia yang tidak terpecahkan dengan mudah oleh siapa pun juga.

<>

Kim Lo berlari-lari memasuki lembah dengan tertawa-tawa.Ia senang sekali, hawa udara yang dingin seakan juga tidak dirasakan. Oey Yok Su mengikuti di belakangnya.

Walaupun anak itu berlari-lari, tapi Oey Yok Su bisa mengikutinya selalu dalam jarak tertentu, karena majikan pulau Tho-hoa-to itu memiliki gin-kang yang sempurna sekali. Ia tidak mau membiarkan Kim Lo berlari liar sekehendak hatinya, karena ia kuatir akan berpisah lagi dengan Kim Lo jika anak itu tersesat, berarti, ini akan merepotkannya. Karena dari itu, dia telah mengikuti anak tersebut berlari.

Dia terus juga memasuki lembah Pit-mo-gay berdua dengan Kim Lo, dia memang siang itu telah tiba di Pit-mo-gay. Gunung Song-san sungguh sulit didaki oleh orang sembarangan.

Buat Oey Yok Su tidak ada kesulitan dengan kepandaianya yang memang tangguh dan sempurna itu dia bisa melewati gunung Song-san dengan sikap seakan juga ia berjalan di tempat datar. Sambil mengempit Kim Lo dan setelah sampai di mulut lembah Pit-mo-gay, barulah dia melepaskan bocah itu agar berlari sendiri tapi tetap saja diawasi olehnya, yang mengikuti kemana anak itu berlari.

Pendekar Aneh Seruling SaktiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang