Budayakan klik BINTANG dulu (VOTE) sebelum membaca
Jangan lupa tinggalkan VOTE dan COMMENT kalian yaaa plus minta tolong rekomendasikan cerita ini 😁😁🤗
Happy reading all ^_^
.
.
.
.
.
.
.
"INVEEER. Jangan lari – lari."
Amare memandang Rhinvero dengan wajah kekhawatirannya. Hah, bagaimana bisa anak ini berlari sebegitu cepatnya, keluh Amare dalam hati. Anak siapa sih ini, kok bisa – bisanya dia tidak malu berlarian di dalam bandara seperti ini, rutuk Amare dalam hati.
"Biar aku yang menanganinya." Ujar Azhevadino.
Azhevadino segera berlari kecil ke arah Inver dan ia langsung menggendong Rhinvero sambil sesekali bercanda pada malaikat kecil itu. Amare melihat tawa lepas pada Rhinvero dan Azhevadino. Dia tersenyum kecil melihat wajah bahagia kedua laki – laki yang saat ini sangat penting di dalam hidupnya. Azhevadino segera mendekati Amare lalu ia pun segera memberikan Rhinvero pada Amare dan Amare pun segera menggendong Rhinvero.
"Sudah Bunda bilang jangan lari – lari, hmmm."
"Inver lagi senang. Bun."
"Iya Bunda tau, tapi jangan lari di sini. Inver mau ditangkap sama Pak Polisi terus nanti nggak bisa ketemu Bunda lagi?"
Amare menahan tawanya saat melihat wajah sedih Rhinvero dan sebisa mungkin memasang wajah seriusnya. Agar malaikat kecil itu bagaimana bahayanya jika tidak menuruti peringatan dari orangtuanya. Ya. Amare selalu mengancam Rhinvero seperti ini jika anak kecil ini tidak menurutinya.
"Nggak mau."
"Kalau gitu Inver harus dengarin apa yang Bunda bilang ya?"
Rhinvero mengangguk lalu ia mengalungkan kedua lengan mungilnya di leher Amare. Amare tertawa geli, sepertinya ancamannya kali ini berhasil. Azhevadino ikut tawa geli saat melihat kelakuan Amare dan Rhinvero yang menurutnya sangat lucu. Hah, betapa indahnya pemandangan yang ada di hadapannya ini, batin Azhevadino.
Amare's POV
Gue melihat Inver mengangguk – anggukan kepalanya. Begini kan manis kalau nurut, batin gue.
"Bunda, kita nanti mau kemana?"
"Nggak tau. Ayah nggak ngasih tau ke Bunda. Coba tanya ke Ayah."
Gue melirik Azhe agar Azhe membantunya untuk menjawab pertanyaan Inver. Yap. Gue memutuskan untuk mengikuti rencana yang sudah Azhe buat dua hari lalu. Sebenarnya gue nggak mau liburan karena banyaknya masalah tapi Azhe berhasil membujuk gue. Yhaaa, hitung – hitung mengurangi pikiran gue yang gundah ini lah.
"Ayah, Ayah. Kita mau kemana?"
"Hmmm, kemana ya? Coba Inver tebak deh. Tempat yang ada patung gede bentuk singa dimana hayo?"
"Singa?"
"Iya singa. Biasanya disebut Merlion."
"Ah, ah, Inver tau. Dulu Ayah kan pernah ngasih Inver tempelan kulkas yang tulisanya Merlion. Singapura. Ya. Singapura."
KAMU SEDANG MEMBACA
AMAZHE
Chick-LitTHIS IS MY ORIGINAL STORY. DON'T COPY MY STORY IF YOU WANT TO GO TO THE HELL #1st SERIES OF DUDA'S WORLD This story I make since March 2019 "Bundaaaaa!" Ame hampir terjengkang saat seorang malaikat mungil nan imut menghambur ke arahnya dan memelukn...
