Budayakan klik BINTANG dulu (VOTE) sebelum membaca
Jangan lupa tinggalkan VOTE dan COMMENT kalian yaaa plus minta tolong rekomendasikan cerita ini 😁😁🤗
Happy reading all ^_^
.
.
.
.
.
.
.
CALON keluarga itu, Amare, Azhevadino, dan Rhinvero berjalan beriringan setelah mereka bertiga berganti baju memakai baju renang mereka. Azhevadino yang memakai celana renang dan baju renang panjang yang menempel di tubuhnya. Otot perut six packs milik Azhevadino tetap terpampang walau dia memakai baju renang berlengan panjang. Amare mendengus kesal saat ia memerhatika beberapa wanita yang lajang dan memiliki pasangan masih sempat – sempatnya melirik tubuh kekasihnya itu.
Rhinvero yang kalem duduk di kedua pundak Azhevadino sambil memegangi kepala Azhevadino menggunakan model pakaian renang yang sama dengan Azhevadino dengan versi anak – anaknya. Sedangkan Amare sendiri memakai model baju yang serupa untuk versi wanita. Adventure Cove Waterpark, salah satu wahana yang ingin dikunjungi Rhinvero sejak mereka menginjak di Singapura. Karena kemarin mereka bertiga kelelahan, akhirnya pagi ini mereka bertiga baru menuju wahanan waterpark yang terkenal di Singapura ini.
Malaikat kecil itu, Rhinvero terlihat sangat antusias saat kedua mata deep choco miliknya melihat beberapa wahana permainan yang sangat seru. Amare juga sangat antusias karena dia sudah lama sekali tidak berkunjung ke wisata wahana air.
"Bundaaa, Ayaaaah, ayo kita naik perahu karet itu." Ujar Rhinvero dengan nada antusias khas anak kecil.
Amare mengikuti arah pandang Rhinvero, ia melihat beberapa orang dan juga sekelompok keluarga menggunakan ban karet untuk menjelajahi jalur sungai buatan yang dibuat pihak wahana. Sepertinya seru juga, gumam Amare dalam hati.
"Baiklah. Ayo kita menjelajah." Ujar Amare.
"Ayoooo." Ujar Rhinvero antusias
Azhevadino dengan sigap memegangi Rhinvero karena malaikat kecil itu mulai bergerak tidak karuan akibat terlalu bersemangat dan antusias.
"Inver ingat apa yang dikatakan Ayah. Kalau lagi digendong seperti ini harus tenang."
"Ah, maaf, Yah. Inver terlalu senang sampai lupa nasehat Ayah."
Rhinvero mulai tenang kembali namun kedua mata binar yang bening itu masih menyiratkan rasa senang dan antusiasnya. Amare hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan ayah itu. Mereka bertiga menuju salah satu fasilitas yang tadi ditunjuk Rhinvero. Amare melihat papan nama wahana tersebut 'Adventure River'. Azhevadino menurunkan Rhinvero lalu memberikan Rhinvero pada Amare. Amare segera menggendong Rhinvero.
"Kamu tunggu di sini. Aku akan mengambil ban kita." Ujar Azhevadino.
Amare mengangguk lalu ia mengamati Azhevadino yang pergi menuju tempat pengambilan ban apung mereka. Tidak berapa lama kemudian Azhevadino kembali dengan membawa ban berbentuk angka delapan untuk dua orang dan single ban untuk satu orang. Setelah giliran mereka, Azhevadino membantu Amare dan Rhinvero untuk menaiki ban apung mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMAZHE
ChickLitTHIS IS MY ORIGINAL STORY. DON'T COPY MY STORY IF YOU WANT TO GO TO THE HELL #1st SERIES OF DUDA'S WORLD This story I make since March 2019 "Bundaaaaa!" Ame hampir terjengkang saat seorang malaikat mungil nan imut menghambur ke arahnya dan memelukn...
