5.HOSHI

3.8K 167 15
                                        

Aku menghela napas kasar saat menyadari diriku akan dijodohkan dengan seseorang yang sama sekali belum kukenal. Astaga, kedua orang tuaku ini memang benar-benar! Sungguh aku tidak habis pikir, bagaimana bisa mereka langsung menjodohkan putri mereka yang baru saja lulus sekolah ini? Ya Tuhan, tidakkah ini terlalu cepat? Di usiaku yang masih belia, aku harus menikah.

"Eomma, bisakah kita batalkan semua ini?" rengek ku, suaraku sedikit bergetar.

Eomma menatapku dengan tenang, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kau mau membatalkan perjodohan ini?"

Aku hanya mengangguk pelan, penuh harap.

"Baiklah, Eomma akan memberitahu appa jika kau tidak ingin menikah dengan Hoshi," ucapnya sambil beranjak dari sofa.

"N-nuguya? Eomma tunggu! Apa yang Eomma maksud adalah Kwon Hoshi? Anak teman appa itu yang pernah bertemu denganku saat pesta perayaan hari jadi perusahaan appa?" tanyaku, mataku membulat tak percaya.

Eomma hanya mengangguk pelan dan tersenyum, seolah ia menikmati ekspresiku.

"Eomma tidak sedang membohongiku, kan?" tanyaku lagi, masih ragu.

"Jika tidak percaya, kau bisa keluar dan melihatnya sendiri," Eomma berucap sambil menatapku penuh arti.

"Baiklah, jika Eomma menantang ku," ucapku sambil berjalan keluar dari ruangan, jantungku berdegup kencang.

Aku menuruni anak tangga rumahku dengan sangat pelan, seolah setiap langkahku dipenuhi keraguan. Saat tiba di ujung anak tangga, aku langsung mengintip ke arah ruang tamu yang kebetulan tidak jauh dari sana. Mataku mengerjapkan mataku beberapa kali saat melihat seseorang yang dimaksud Eomma tadi sedang duduk di sofa ruang tengah rumahku, bersama kedua orang tuanya. Benar, itu Hoshi.

"Ya Tuhan, Eomma tidak berbohong padaku," gumamku pelan, takjub.

Dan tak lama setelah itu, aku merasakan seseorang menepuk bahuku. Sontak, itu membuatku menjerit kaget.

"Akhhh!"

"Ada apa? Kenapa kau berteriak?" ucap appa, suaranya terdengar khawatir.

Aku yang mendengar suara appa langsung berlari cepat ke arah kamarku, merasa sangat malu. "Tak apa Appa! Eomma hanya mengejutkanku tadi!" teriakku dari kejauhan, berusaha menutupi rasa maluku.


POV Hoshi...

Aku menghembuskan napas pelan saat mendudukkan diriku di ruang tengah keluarga Cha ini. Sebuah senyum lebar terukir di bibirku saat melihat beberapa foto seorang gadis yang terpajang di dinding, tertata rapi.

"Yeppeo," gumamku, mengagumi parasnya.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara seorang gadis berteriak. Sontak, itu membuat Tuan Cha beranjak dari duduknya. Aku yang penasaran pun mengikutinya.

"Akhhh!"

"Ada apa? Kenapa kau berteriak?" tanya Tuan Cha.

Aku tersenyum melihatnya sedang terduduk di lantai, menatap ke arah Nyonya Cha yang terlihat menahan tawa.

"Tak apa Appa! Eomma hanya mengejutkanku tadi!" teriaknya, suaranya sedikit cemberut.

Aku hanya menggelengkan kepala pelan saat melihat gadis itu berlari menjauh ke arah tangga.

"Lihat kelakuan anakmu, sayang," ucap Nyonya Cha sambil tersenyum geli.

"Kau ini senang sekali menggodanya."

"Huh, pantas saja dia berlari, ternyata kau juga ada di sana," Nyonya Cha menatapku dengan senyum menggoda.

Aku hanya tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalaku untuk memberi salam pada Nyonya Cha.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang