Kami semua kembali bersorak riuh saat salah satu teman kami harus kembali meminum soju karena dia kalah dari permainan yang sedang kami mainkan. Aku tersenyum melihatnya yang sudah hampir mabuk karena terus-terusan kalah dan terus meminum soju. Hingga akhirnya satu temanku menghentikan permainan itu.
“Yakk… Ayo kita ganti permainan. Bagaimana kalau kita main ‘Truth or Dare’?” ucapnya, menyuarakan ide baru.
Kami hanya mengangguk pelan, kembali bersiap untuk permainan selanjutnya.
“Aku akan memutar botol ini. Siapa yang ditunjuk oleh ujung botolnya harus langsung memilih,” jelasnya.
Kami kembali mengangguk. Tak lama, ia memutar botol itu, dan tepat ujung botol mengarah padaku. Aku hanya tersenyum dengan percaya diri.
“Truth,” ucapku mantap.
“Aku! Biar aku yang bertanya padanya,” seru Jieun, salah satu teman kampus yang memang dekat denganku. “(y/n)-ya, apa kau dan Dino berkencan sekarang?”
“Ehem, ani… Kami hanya berteman, tak lebih,” jawabku sambil tersenyum meyakinkan.
“Aughh… Jinjja… Kalian berteman tapi bersikap seperti sepasang kekasih, membuat iri saja!” seru San sambil pura-pura kesal.
Aku hanya tersenyum sambil menatap seseorang yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum simpul.
“Baiklah, aku putar lagi,” ucapku.
Aku langsung memutar botol itu, dan ujungnya tepat mengarah padanya.
“Aku!!” seru Subin. “Dino-ya, kau akan marah tidak jika aku mencium bibir (y/n) di depanmu?”
Dino tak menjawab. Dia langsung membuka sepatunya dan bersiap untuk melemparnya. Kalau bukan karena Hyurin yang menahannya, mungkin sepatu Dino sudah mendarat di wajah Subin. Aku melihat Subin hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dino secara langsung seperti sekarang ini.
“Haha… Lihat wajahnya, astaga! Kau benar-benar seperti seorang kekasih jika marah seperti itu, Lee Dino,” ucap Subin sambil terus tertawa geli.
“Diam lah, jika tidak ingin sepatu milikku ini mengenai wajahmu!” balas Dino dengan nada kesal.
“Sudahlah, ayo kita main lagi,” ucapku menengahi.
Akhirnya kami kembali memulai permainan. Karena ujung botol mengarah pada Dino tadi, jadi Dino yang harus memutarnya kembali.
Aku menghela napas panjang setelah mengatur napasku karena menertawakan kejadian bodoh yang membuat kami semua tertawa geli. Yah, bagaimana kami semua tak tertawa melihat kelakuan Hyungsik yang melakukan hal konyol ketika mabuk berat tadi.
“Aigoo… Aku hampir kehabisan napas tadi karena melihat Hyungsik,” ucapku sambil memegangi perut.
Aku melihat Dino hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah depan.
Saat ini kami tengah berada di balkon kamar yang akan ia tempati. Yah, kami semua memang sedang berada di sebuah vila milik San. Kami sedang berlibur setelah melewati ujian akhir semester. Sedikit informasi, aku dan Dino sudah lama berteman. Mungkin saat kami masih dalam kandungan pun kami sudah berteman karena Eomma Dino dan Eomma-ku memang berteman sejak mereka masih kuliah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Diversosseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
