57.JOSHUA

1.5K 93 0
                                        

​Senyuman terus terukir indah di wajahku, yah bagaimana tidak, tepat hari ini aku akan merayakan hari jadi pernikahanku dengan suamiku. Sejak beberapa hari lalu aku begitu sibuk menyiapkan semuanya untuk perayaan hari jadi pernikahan kami yang memang akan kami rayakan hari ini.

​Helaan napas berat keluar begitu saja saat aku sampai di apartemen. Aku langsung mendudukkan diriku begitu sampai, rasanya pegal sekali, tapi aku begitu bahagia setelah mendapatkan dress pesananku untuk kupakai nanti malam. Sebuah dress hitam yang terbuka di bagian bahunya.


​Senyumku merekah begitu aku melihat dress itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Senyumku merekah begitu aku melihat dress itu. Rasanya ingin sekali aku mencobanya sekarang, hanya saja aku harus mengistirahatkan tubuh sejenak untuk saat ini. Sampai akhirnya, aku melihat adikku, Hyunjin, bersama suamiku datang. Aku sedikit terkejut ketika mereka datang bersamaan tadi.

​“Noona!” panggil Hyunjin begitu melihatku yang sedang duduk di sofa.

​“Kenapa kau lama sekali?” tanyaku dengan menatap keduanya.

​“Noona, kau masih bertanya kenapa aku baru datang? Astaga, lihat saja barang-barang yang kau beli tadi. Untungnya saja aku bertemu dengan Joshua hyung tadi,” ujarnya dengan wajah kesal, menunjuk beberapa kantong belanjaan besar yang tergeletak di lantai.

​“Omo... Oppa, bukankah Oppa bilang sedang meeting tadi? Kenapa Oppa ada di sini?” ucapku dengan menatap Joshua.

​“Aku begitu khawatir denganmu tadi saat kau mengatakan akan belanja dengan Hyunjin, jadi aku segera pulang begitu menyelesaikan meeting-ku,” jawabnya sambil menjelaskan semuanya, berjalan mendekat dan mengecup keningku.

​“Hyung, aku menyerah jika harus menghadapi Noona-ku sendiri lagi. Dia semakin cerewet sejak ia mengandung,” ujar Hyunjin sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.

​“Ah, iya satu lagi Hyung. Dia semakin menyebalkan, Hyung. Aku menyerah menghadapinya sendiri. Mianhae, Noona, tapi itu faktanya,” ujar Hyunjin yang langsung berlari begitu selesai berbicara.

​“Yakk... Hwang Hyunjin! Kau benar-benar... Aishh jinjja, anak itu,” kesal ku dengan mengusap perutku yang sudah berbentuk.

​Yah, aku memang tengah mengandung anak pertamaku dan Joshua, suamiku. Usia kandunganku baru saja menginjak enam bulan. Kami dikaruniai anak pertama kami setelah dua tahun pernikahan kami, tentu tetap di hari ini, hari jadi kami.

​“Hai, sudahlah. Biarkan Hyunjin istirahat. Sekarang lebih baik kau juga istirahat,” ujar Joshua yang membuatku menatapnya.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang