POV Woozi…
Sudah seminggu setelah kecelakaan Sohyun, dan sudah seminggu pula aku masih berada di Busan. Aku menyuruh Vernon untuk mengendalikan semua pekerjaanku di Seoul dan melaporkannya padaku secara rutin. Seminggu ini, aku masih terus bersama (y/n). Aku hanya sesekali pergi ke rumah sakit jika Eomma memintaku ke sana atau mengantarnya ke sana. Aku ingin memastikan (y/n) merasa aman dan didampingi, terutama setelah kejadian-kejadian yang membuatnya tidak nyaman.
“Appa!”
“Iya sayang, kenapa?” Aku menoleh kearah Jiwoo yang sedang bermain mobil-mobilan di lantai kamar.
“Jiwoo, ingin susu yang Eomma buat, Appa,” ucapnya dengan nada merengek.
“Kau ingin susu? Sebentar, ya,” jawabku, bersiap untuk beranjak.
Namun, sebelum aku keluar kamar, (y/n) sudah datang, membawa botol susu hangat di tangannya.
“Jiwoo-ya, saatnya tidur siang, Nak. Ayo,” ucapnya lembut.
Aku langsung menggendong Jiwoo dan meletakkannya di box bayinya yang besar. Jiwoo langsung berbaring dan mengambil botol susu yang (y/n) berikan. Matanya mulai memberat saat ia menghisap susu dengan lahap. Aku memeluk (y/n) dari belakang saat kami berdiri di sisi box bayi.
“Sohyun akan pulang besok. Eomma mengatakan hal itu tadi pagi padaku,” ucapku pelan, berbisik di telinganya.
(Y/n) hanya mengangguk pelan sambil mengusap tanganku yang melingkari pinggangnya. Aku melepaskan pelukanku dan membalik tubuhnya agar menghadap ku, menatap matanya dalam-dalam.
“Ayo, kita juga tidur siang sambil melakukan hal yang menyenangkan,” ucapku sambil tersenyum nakal.
“Woozi, apa harus sekarang? Kenapa tidak nanti saja,” ucapnya dengan wajah memerah, terlihat malu-malu.
“Nanti atau sekarang sama saja untukku. Lagipula, kita punya waktu sendiri sekarang,” ucapku lagi, tidak memberinya kesempatan menolak.
Sebelum dia menjawab lagi, aku langsung mencium dan bahkan langsung melumat bibirnya. Aku menggendongnya menuju tempat tidur kami, membaringkannya perlahan, dan menarik selimut untuk menutup tubuh kami.
POV Woozi end…
Aku menggeliat saat mendengar suara pintu kamar ini diketuk dengan cukup keras. Aku langsung beranjak untuk membukanya. Tenang saja, aku sudah berpakaian rapi tadi. Kami memang melakukannya, dan setelah itu, aku dan Woozi langsung mandi sebelum tidur siang, khawatir jika Jiwoo bangun tiba-tiba. Aku membuka pintu dan terkejut melihat Sohyun yang sedang berdiri di luar kamar, wajahnya terlihat heran dan sedikit terkejut.
“Huh? Kau sedang apa di kamar Woozi?” ucapnya dengan nada menyelidik.
“Ehem, aku… aku… Aku memang memakai kamar Woozi. Aku sedang menginap di sini dan memakai kamar Woozi, iya begitu,” ucapku, berusaha keras mengatur ekspresi dan kata-kata. Aku merutuki diriku yang kurang siap dengan sandiwara ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Alteleseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
