seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Tak ada yang berubah, sungguh. Setelah kejadian malam itu, Jeonghan tak mengatakan apa pun padaku, begitu juga aku. Kami menjalani semua seperti biasa, malah terkesan tidak ada perjanjian di antara kami saking mendalaminya peran sebagai suami istri. Terhitung sudah dua bulan sejak kejadian itu, entah kenapa kami sekarang semakin sering melakukannya.
Bodoh memang. Aku selalu terbuai ketika Jeonghan mulai menyentuhku, seperti saat ini. Kami baru saja melewati kegiatan panas yang begitu panjang semalam.
Helaan napas berat kubuang sejak tadi. Aku masih membaringkan tubuh polos ku di tempat tidurku sampai akhirnya tiba-tiba aku merasakan mual yang teramat sangat sekarang, hingga aku langsung berlari menuju kamar mandi.
“Uhekk… Uhekk…”
Kepalaku terasa pening setelah aku merasakan mual yang secara tiba-tiba tadi. Aku menghela nafasku, mencoba membangunkan diri untuk segera membersihkan diri.
Aku sudah selesai mandi dengan tenaga yang masih tersisa. Aku keluar kamar dengan pakaian santai, sebuah kaus putih dan celana jogger hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku berjalan menuju pantry untuk sekadar mengisi perut yang sudah minta diisi sekarang.
“Selamat pagi, Nona,” sapa Kang Ahjumma dengan ramah.
“Pagi, Ahjumma. Ahjumma, melihat Oppa? Maksudku, Jeonghan?” tanyaku padanya, karena tadi aku tak mendapatinya di ruang kerjanya saat aku melewatinya.
“Tuan Muda keluar tadi dengan terburu-buru. Entah kenapa, tapi dia begitu panik tadi,” jawab Ahjumma.
Aku terdiam saat mendengar perkataan Ahjumma tadi, hingga tiba-tiba aku kembali merasakan mual lagi karena mencium aroma masakan yang sedang Ahjumma buat.
“Umh… Ahjumma… Kau masak apa? Aku mu… Umh…” Aku tidak menyelesaikan perkataanku dan langsung berlari kembali ke kamar mandi, menahan rasa mual yang tiba-tiba menyerang.
Hari ini, aku benar-benar merasa mual dan pusing secara bersamaan. Bahkan, tidak ada makanan yang masuk ke dalam perutku sama sekali. Semua yang kumasukkan ke perut berakhir keluar lagi. Entah, aku tidak tahu kenapa dengan diriku ini.
Aku baru selesai dari kamar mandi, tentu karena rasa mual yang kurasakan tadi. Aku begitu terkejut saat melihat Jeonghan yang sudah berada di depan pintu kamar mandi sekarang.
“Omo… Kau mengejutkan saja,” ucapku dengan berjalan melewatinya.
“Kau tak apa? Ahjumma bilang, seharian ini kau terus bolak-balik kamar mandi karena mual, dan juga kau terus mengeluarkan apa yang kau makan,” katanya dengan nada khawatir, mengikuti ku.