HOSHI (2 End)

939 78 0
                                        

Aku berjalan cepat saat mendengar suara Hoshi yang terus memanggilku. Niatku untuk membeli sesuatu di kafetaria tadi langsung ku urungkan begitu bertemu dengan Hoshi dan Sohyun. Rasanya terlalu malas untuk melihat wajah Sohyun setelah kejadian kemarin.

​“(Y/n)-ssi, berhenti,” ucapnya dengan napas terengah-engah.

​“Berhenti mengikuti ku,” ujarku dengan nada tegas, tanpa menoleh.

​“Aku hanya ingin mengobrol denganmu saja, ayo,” katanya lagi, kali ini tangannya meraih lenganku.

​Aku langsung menepis tangannya, tatapanku kini beralih tajam padanya.

​“Apa kau tidak mendengar perkataanku tadi? Berhenti mengikuti ku dan jangan sok akrab denganku,” ucapku sambil menekankan setiap kata di akhir kalimat.

​Aku langsung berjalan pergi meninggalkannya yang masih berdiri di sana, menatap kepergianku dengan ekspresi yang sulit ku baca. Langkahku terhenti ketika aku melihat Sohyun berjalan ke arahku dari kejauhan.

​“Menjauh dari Hoshi atau kau akan tahu akibatnya,” bisiknya pelan, yang sepertinya hanya aku yang bisa mendengar di tengah keramaian.

​Aku menoleh ke arahnya, ia berjalan melewati ku namun pandangannya lurus menatapku penuh ancaman. Aku menyunggingkan senyum licik saat menyadari perkataannya tadi.

​“Menarik, apa aku harus mendekati Hoshi untuk melihat sikap asli gadis itu?” gumamku dalam hati.

​Sudah ku putuskan, aku akan mendekati Hoshi untuk melihat sikap asli Sohyun dan mencari tahu gadis seperti apa dia sebenarnya. Aku berjalan keluar minimarket dekat kampus sambil membawa minuman cokelat, rencananya hari ini aku akan meminta maaf padanya.

​Penampilanku hari ini juga agak berbeda dari biasanya. Aku tidak pernah serapi ini sebelumnya, tapi sekarang aku mengenakan kaus lengan panjang dengan rok di atas lutut yang terkesan manis.

 Aku tidak pernah serapi ini sebelumnya, tapi sekarang aku mengenakan kaus lengan panjang dengan rok di atas lutut yang terkesan manis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Aku berdiri tepat di lorong dekat kelasnya. Sepertinya hari ini dia mendapat jadwal siang. Tak berapa lama, aku melihatnya berjalan bersama temannya menuju kelas mereka.

​“Hoshi-ssi!” panggilku cukup keras.

​Aku melihat Hoshi terkejut saat aku memanggilnya, hingga akhirnya ia menyadari keberadaan ku.

​“Kau? Sedang apa di depan kelasku?” tanyanya, keningnya berkerut.

​“Ambil ini sebagai permintaan maafku karena perkataanku kemarin padamu. Ayo berteman,” ucapku sambil menyodorkan minuman itu dan tersenyum tulus, atau setidaknya aku berharap terlihat tulus.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang