Guyuran air dingin mengembalikan kesadaranku yang sejak tadi hilang. Aku mengerjapkan, menarik napas keras karena sebagian air tadi membuatku sulit bernapas. Begitu pandanganku terfokus, aku melihat Minhyuk yang tengah menatapku dengan seringai di wajahnya.
“Annyeong,” sapanya padaku.
“Wah, aku seperti déjà vu sekarang. Lihatlah, gadis yang sedang terikat di sana,” katanya pada anak buahnya.
“Lepaskan, brengsek!” bentak ku.
“Aigoo… Kau sama kasarnya dengan saudari-saari-mu itu,” ucapnya yang membuatku semakin marah.
“Lepaskan! Arghh…” geram ku sambil menatap marah padanya.
“Haha… Lihat, bahkan ekspresimu sama seperti kedua saudaramu,” ujar Minhyuk sambil menatapku.
Aku mengepalkan tanganku yang terikat begitu dia kembali menyinggung kedua saudara kembarku tadi.
“Kau mau tahu bagaimana aku menghabiskan mereka tiga tahun lalu? Baiklah, sepertinya memang kau ingin tahu bagaimana aku menghabiskan mereka tiga tahun lalu,” ucapnya sambil menarik salah satu kursi.
“Kenapa kau membunuh kedua saudara kembarku?” tanyaku, suaraku bergetar.
“Tak ada alasan khusus. Hanya saja mereka terlalu tahu banyak tentang diriku dan terlalu ikut campur dengan urusanku,” jawabnya sambil beranjak.
“Kau!” Aku menggeram dengan air mata yang tak bisa ku bendung lagi.
“Omo… Omo… Gadis sepertimu bisa menangis juga rupanya! Hahah… Kupikir tidak,” ucapnya dengan tertawa puas.
“Kau tahu, bukan hanya aku yang membunuh mereka, tapi Seungcheol juga ikut terlibat. Jadi, sepertinya kau salah mempercayai pemuda itu, Nona,” sambungnya lagi.
“Kalian berdua sama saja. Aku akan membunuh kalian berdua!” tegas ku.
“Benarkah? Kita lihat siapa yang dibunuh atau membunuh,” ujarnya sambil menatapku.
POV Seungcheol...
Langkah kakiku terhenti ketika aku sampai di ruangan pribadi Harabeoji. Ia menatapku dengan begitu terkejut karena memang nyatanya (y/n) tak benar-benar menembak ku tadi. Itu semua hanya sandiwara kami saja untuk memancing Minhyuk, namun sepertinya kejadian tadi membuat beberapa orang salah paham.
“Seungcheol, kau…” perkataannya menggantung ketika aku menyerahkan beberapa dokumen padanya.
“Itu semua bukti tentang beberapa hal yang Minhyuk lakukan di belakang Harabeoji, termasuk dengan kesepakatan yang ia buat dengan Tuan Shin untuk menjatuhkan ku,” ujarku pada Harabeoji.
“Dan satu lagi, Harabeoji, apa kau tahu siapa (y/n) sebenarnya? Dia adalah adik kedua saudara kembar yang dibunuh Minhyuk tiga tahun lalu karena mereka ingin memberitahu semua padamu tentang apa yang Minhyuk lakukan di belakangmu. Dia mencari ku selama ini untuk membalas dendamnya pada Minhyuk, dan lagi, sekarang ia diculik oleh Minhyuk,” jelas ku pada beliau.
Harabeoji masih diam sambil menatap dokumen yang kuberikan tadi. “Apa Harabeoji masih akan diam saja dengan semua yang Minhyuk lakukan padamu? Dan apa Harabeoji masih akan melindungi Minhyuk setelah apa yang dia lakukan padamu? Harabeoji, aku tahu Minhyuk cucu tertua di keluarga ini, tapi bukan berarti kau terus melindungi anak gila itu yang terus berulah dan terus membuat kekacauan seperti sekarang,” ucapku lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
