POV Dino
Aku tersenyum ketika akhirnya aku bisa masuk ke kampus yang sejak dua tahun ini jadi incaranku. Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kawasan kampus ini.
Aku benar-benar dibuat takjub dengan kampus ini. Pantas saja untuk masuk ke kampus ini harus melalui perjuangan dan persaingan yang cukup ketat, karena kampusnya saja sangat menakjubkan. Senyumku makin mengembang saat aku melihat seorang gadis yang duduk di salah satu kursi taman. Aku berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya.
“Hai, Hyeojin.” sapaku.
“Di… Dino? Hai, apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanyanya dengan sedikit terkejut.
“Aku kuliah di sini juga sekarang.” jawabku sambil tersenyum.
“Be… benar kah? Aku ikut senang kalau begitu. Oh ya, Dino, aku pergi sekarang. Kelasku akan dimulai sebentar lagi.” ucapnya sambil beranjak berdiri.
“Ah, ne. Sampai bertemu lagi nanti, Hyeojin.” ucapku.
Ia hanya mengangguk pelan dan berjalan meninggalkanku. Aku hanya tersenyum senang saat melihatnya.
Yah… alasan utama aku masuk ke kampus ini juga adalah Hyeojin. Hyeojin adalah temanku sejak sekolah menengah atas, dan saat itulah aku mulai menyukainya. Sebenarnya aku sudah kuliah di Busan dengannya saat itu, namun tiba-tiba Appa-nya memindahkan Hyeojin ke kampus ini, membuatnya harus pindah ke Seoul. Itu berarti aku harus jauh darinya.
Awalnya aku berpikir semua akan baik-baik saja, tapi semakin lama aku semakin tak bisa jauh darinya. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengejar cintaku. Dengan kata lain, aku berusaha mati-matian mengikuti seleksi untuk masuk kampus ini. Bukannya aku tidak bisa masuk tanpa seleksi, aku bisa saja meminta Appa-ku memindahkan ku ke sini. Tapi aku tidak mau begitu. Aku ingin masuk kampus ini dengan usahaku sendiri.
Lamunanku teralihkan saat aku melihat seorang gadis berlari mengejar seorang pemuda di hadapanku. Bukan hanya berlari, ia juga melempari pemuda itu dengan balon air yang ia bawa.
“Yak!” seruku saat salah satu balonnya tak sengaja mendarat tepat di sepatu ku.
“Mwoya?” ucapnya sambil menatapku.
“Apa kau tidak ada kerjaan? Mengejarnya dan melemparinya dengan balon air seperti itu?” ucap ku dengan nada sedikit kesal.
“Apa urusanmu mengatakan hal seperti itu padaku?” balasnya sambil berjalan mendekatiku.
“Hanya… tidak pantas saja. Di usiamu yang sudah cukup dewasa, malah bertingkah seperti anak kecil.”
“Cih!” serunya sambil menatap tajam ke arahku.
“Dia sudah terlalu basah untuk kau lempari. Bagaimana kalau kau juga merasakannya?” ucapku sambil mengambil salah satu balon air di tangannya.
“Huh?!”
Aku hanya tersenyum, lalu memecahkan balon air itu tepat di atas kepalanya.
“Yakk!! Aish, kau!!” teriaknya sambil menunjukku.
Aku hanya tersenyum dan berjalan meninggalkannya yang masih berteriak kesal padaku.
Aku tersenyum saat melihat Hyeojin yang sedang mengobrol dengan temannya di lorong kampus. Tapi senyumku memudar saat aku melihat seorang pemuda menghampirinya dan tiba-tiba merangkul bahunya. Tanpa berpikir panjang, aku berjalan menghampirinya dan langsung menepis tangan pemuda itu. Aku juga menarik Hyeojin menjauh darinya.
“Dino! Apa yang kau lakukan?!” ucap Hyeojin kaget.
Aku hanya menatapnya dengan wajah datar ku, tanpa menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
