WONWOO (2 End)

2.1K 134 3
                                        

Aku menggeliat saat merasakan sinar matahari pagi mengenai wajahku. Aku mencoba meregangkan tubuh, tetapi terhalangi oleh lengan kekar yang melingkari perutku. Aku perlahan mencoba memindahkan lengan Wonwoo sambil beranjak, dengan selimut yang masih menutupi tubuh telanjang ku.

“Hm, kau ingin ke mana?” suara Wonwoo terdengar serak, matanya masih terpejam.

“Huh? Aku akan pergi mandi, Won,” jawabku sambil mengenakan kaus kebesaran Wonwoo yang tergeletak di lantai.

“Eung,” jawabnya singkat, kembali terlelap.

​“Hm, kau ingin ke mana?” suara Wonwoo terdengar serak, matanya masih terpejam.

​“Huh? Aku akan pergi mandi, Won,” jawabku sambil mengenakan kaus kebesaran Wonwoo yang tergeletak di lantai.

​“Eung,” jawabnya singkat, kembali terlelap.

​Tanpa mengatakan apa-apa lagi, aku langsung berjalan menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama, aku telah selesai mandi. Hari ini aku hanya menggunakan kaus putih polos dengan celana bahan longgar dan sweater rajut.

 Hari ini aku hanya menggunakan kaus putih polos dengan celana bahan longgar dan sweater rajut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Aku merapikan beberapa pakaian yang berantakan di lantai akibat kegiatan kami semalam. Aku menoleh saat melihat Wonwoo mendudukkan dirinya di tempat tidur, rambutnya sedikit acak-acakan.

​“Won, kau ingin sarapan apa hari ini?” tanyaku.

​“Bagaimana jika kita sarapan di luar saja, sambil berjalan-jalan sebentar?” ucapnya sambil beranjak setelah ia memakai celana jeans-nya.

​Aku hanya mengangguk pelan sambil merapikan tempat tidur. Ide kencan mendadak ini membuat mood-ku langsung membaik.

​Beberapa saat kemudian. Kami sudah berada di salah satu kedai dekat rumah keluarga Wonwoo. Aku menatap ke luar jendela, melihat beberapa orang berlalu lalang, sementara Wonwoo sibuk memainkan ponselnya. Tak lama kemudian, pesanan kami datang, dan aku serta Wonwoo langsung menyantapnya.

“Wah, ini benar-benar enak,” ucapku setelah mencicipi makanan yang tadi Wonwoo pesan.

​“Kau ingin pesan lagi? Jika iya, pesan saja,” ucapnya sambil menatapku.

​Aku hanya mengangguk pelan, wajahku berseri, sambil kembali memesan makanan pada ahjumma pemilik kedai. Tak lama, pesananku yang baru sampai. Aku langsung melahapnya dengan gembira.

​“Wonwoo!”

​Aku menoleh saat mendengar nama Wonwoo disebut tadi. Aku melihat Sohyeon berada di ambang pintu masuk, dan ia berjalan cepat ke arah meja kami.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang