Aku menatap sekelilingku saat hendak pergi dari jadwal kelas tambahan. Setelah memastikan semuanya aman, aku langsung berjalan keluar. Sayangnya, dosen pembimbing kelas tambahan itu sudah sampai di depan pintu. Aku langsung mengurungkan niatku dan kembali duduk di kursi yang tadi aku duduki.
"Mencoba kabur lagi, (y/n)-ssi?" ucapnya sambil menatapku.
"Tidak sama sekali, Pak," jawabku.
"Syukurlah. Oh ya, kali ini kau tidak sendirian. Ada dua mahasiswa yang ikut bergabung di kelas tambahan saya sekarang," jelasnya.
Aku tak sepenuhnya mendengarnya dan malah memikirkan bagaimana caranya aku bisa pergi dari kelas tambahan ini. Tak lama setelah itu, aku melihat satu pemuda yang tidak asing dan satu gadis yang berjalan di belakangnya. Gadis itu pun tak asing bagiku.
"Annyeonghaseyo," sapa pemuda yang baru saja masuk.
"Annyeonghaseyo," sapa gadis itu sambil tersenyum ramah.
"Oh, kalian masuklah," ucap dosenku.
"Pak, Anda tidak salah memberikan kelas tambahan pada mereka?" tanyaku heran.
"Memang kenapa? Apa yang salah dari mereka?" tanya balik dosen pembimbingku.
"Mereka cukup pintar untuk mengambil kelas tambahan, kecuali saya, Pak," jawabku.
"Itu sebabnya mereka berada di sini, Kang (y/n)," ucapnya sambil tersenyum ke arahku.
Aku tak menjawab pertanyaannya lagi dan memilih diam. Aku membuka buku untuk menghindari obrolan antara aku dan mereka. Aku menoleh saat merasa lenganku ditepuk. Aku langsung menatapnya.
"Hai, kenalkan aku Han Hyorin. Senang bisa bertemu denganmu di sini," ucapnya sambil tersenyum.
"Aku Boo Seungkwan," ucap pemuda yang duduk di samping Han Hyorin tadi.
Aku hanya menatap datar ke arah mereka, kemudian melanjutkan kembali kegiatanku.
Aku terduduk sendiri di salah satu kedai sambil memainkan ponselku. Aku menoleh saat mendengar suara seseorang yang tidak asing bagiku. Aku mengerjapkan mataku saat melihat Seungkwan dan Hyorin sedang duduk tak jauh dari mejaku.
"Ya Tuhan, kenapa juga harus bertemu mereka di sini?" gumamku.
Tak lama, aku melihat seseorang berjalan menghampiriku. Aku langsung tersenyum saat melihatnya berjalan ke meja pojok yang ku duduki.
"Kau telat tiga puluh menit, Oppa," ucapku.
"Mianhae, aku terjebak macet tadi. Apa kau sudah pesan makan?" tanyanya.
"Belum, aku hanya memesankan minum saja untukmu, Oppa," jawabku.
"Baiklah, kita pesan sekarang," ucapnya lagi sambil tersenyum ke arahku.
Aku hanya mengangguk pelan sambil masih memperhatikan Seungkwan dan Hyorin.
"Bagaimana dengan kuliahmu? Kudengar kau mendapatkan kelas tambahan, iya?" tanyanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
