seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Aku berjalan dengan santai menuju kelas. Jadwal kuliahku hari ini adalah kelas pagi. Sebenarnya, aku sama sekali tidak pernah ikut kelas pagi, bahkan bisa dibilang aku sangat menghindari kelas pagi. Namun, hari ini dosenku mengubah jadwal kelasnya menjadi pagi, hingga aku harus bangun pagi dan ke kampus sepagi ini.
Karena buru-buru tadi, aku hanya mengenakan pakaian yang seadanya. Aku hanya memakai kaus putih, sweater abu-abu, dan celana jeans.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tentu, aku akan memperbaiki dan merapikan ceritamu dengan memperhatikan penggunaan tanda baca yang tepat dan tanpa memotong alur cerita. Aku juga akan menambahkan sedikit detail untuk memperjelas suasana, namun tetap mempertahankan inti cerita yang kamu buat.
Aku mengecek ponselku sambil menyeruput americano yang ada di tanganku. Tiba-tiba, saat aku berada di belokan lorong kelas, aku dan seseorang yang juga berjalan dari arah berlawanan bertubrukan, membuat americano yang kupegang tumpah semuanya.
“Huh, mian, jeongmalmianhae,” ucapnya dengan nada menyesal.
Aku hanya mengangguk pelan sambil menepuk-nepuk tangan di sweater ku, mencoba membersihkan sisa tumpahan.
“Maaf sekali lagi, aku terburu-buru tadi jadi tak melihatmu. Ini, pakai ini untuk membersihkan tanganmu,” ucapnya lagi sambil menyodorkan sapu tangan.
Aku masih diam tak menjawab perkataannya, hanya mengambil sapu tangan yang dia berikan padaku.
“Apa kau mau aku mengganti americano-mu itu? Jika iya, biar ku belikan lagi. Ah ya, kenalkan aku Kwon Soonyoung, kau bisa panggil aku Hoshi,” ucapnya sekali lagi dengan senyum cerah.
“Terima kasih, tak perlu. Lagipula bukankah kau bilang sedang terburu-buru tadi?” ucapku akhirnya, setelah lama diam.
“Ah ya, benar. Aku hampir lupa! Kalau begitu aku permisi dulu. Lain kali jika aku sedang tidak sibuk, aku akan mentraktir mu, iya. Aku permisi sekarang!” ucapnya sambil langsung berlari meninggalkan aku.
“Aku harap tidak bertemu lagi dengan orang berisik sepertimu,” gumamku sambil berjalan meninggalkan tempat tadi.
Beberapa saat kemudian. Aku berjalan masuk ke dalam sebuah kafe setelah menyelesaikan semua jadwal kampusku. Aku berniat mengerjakan beberapa tugasku di sini sebelum kembali ke rumah. Aku mendudukkan diriku setelah memesan minuman dan sepotong kue. Namun, sepertinya rencana damai untuk mengerjakan tugas itu akan gagal. Sebelum aku sempat membuka buku, pemuda bernama Hoshi tadi bergegas menghampiriku.
“Oh! Hai, kita bertemu lagi!” ucapnya sambil tersenyum dan duduk di hadapanku tanpa permisi.
“Siapa yang menyuruhmu duduk di sini?” tanyaku dengan nada dingin.
“Bukankah kursi ini kosong?” tanyanya balik, tidak terpengaruh sedikit pun.
Aku menghela nafasku dan tak menjawab pertanyaannya.