Bagaimana rasanya punya kekasih yang cuek, dan lebih parahnya lagi ia seperti tidak menganggap mu kekasihnya? Pasti sangat menjengkelkan, bukan? Sama halnya denganku. Aku punya kekasih yang benar-benar sangat cuek. Bahkan, saat aku mengobrol dengan seorang pemuda saja, ia tidak pernah cemburu sama sekali padaku. Aku jadi heran kenapa aku bisa menerimanya saat ia mengungkapkan perasaannya padaku waktu itu, dan bisa-bisanya aku bertahan selama dua tahun dengannya.
Terkadang, aku ingin sekali mengakhiri hubungan ini. Namun, aku berusaha bersabar, berharap mungkin dia akan berubah suatu saat nanti. Seperti sekarang, aku sengaja mengobrol dengan teman laki-laki di kelasku dan pura-pura tidak melihat dirinya yang baru saja datang—kebetulan kami satu kelas. Dan kalian tahu? Dia hanya melihat ke arahku sebentar, lalu berjalan menuju tempat duduknya. Menjengkelkan, bukan? Rasanya aku ingin sekali menarik rambutnya sekarang.
“Sudah kukatakan, itu tidak akan mempan untuk Vernon,” bisiknya padaku.
“Ah, dia memang tidak pernah menyayangiku, sepertinya,” ucapku pelan.
Aku menyembunyikan kepalaku di antara kedua lipatan tanganku. Tak lama, teman ku tadi menepuk kepalaku.
“Yakk... Kau harus lihat ini sekarang,” ucapnya pelan.
“Mwo... Mwo?” Aku kembali menegakkan kepalaku dan langsung menoleh ke arahnya.
Aku mengerjapkan mataku saat melihat Geunghye menghampiri Vernon. Geunghye adalah salah satu teman sekelas ku juga, dan aku pernah mendengar kalau dia memang menyukai Vernon.
“Omo... Kau yang berniat membuatnya cemburu, tapi kau sendiri yang cemburu sekarang,” kata teman sekelas ku tadi, terkekeh.
Aku menatap tajam ke arahnya sambil beranjak. Entahlah, aku hanya ingin membeli sesuatu yang dingin untuk mendinginkan kepalaku saat ini.
Aku menatap tajam kearah Vernon yang sedang bermain basket bersama yang lain. Aku benar-benar kesal melihat Geunghye dan teman-temannya yang sedang bertingkah di sisi lain lapangan ini. Ya, saat ini kami sedang pelajaran olahraga. Sejak kejadian tadi pagi, aku dan Vernon belum menyapa satu sama lain.
“Augh... Lihat, para gadis itu banyak tingkah sekali mereka. Huh, Yakk. Kau dan Vernon sedang ‘perang dingin’?” tanya temanku, Eunji.
“Molla, aku tidak akan peduli lagi dengan pemuda itu,” jawabku kesal.
“Huh, apalagi yang dia lakukan sampai-sampai kau sekesal ini?” tanyanya.
Bukan menjawabnya, aku malah menatap tajam ke arahnya, yang membuatnya paham arti tatapan itu. Tak lama, Vernon menghampiri kami.
“(Y/n)-ya, apa ini minum mu?” tanyanya.
Aku hanya mengangguk pelan tanpa menatapnya. Tanpa berbicara lagi, Vernon langsung meneguknya.
“Ekhem... Augh... Aku ingin ke toilet,” kata Eunji yang langsung beranjak pergi.
Aku merutuki Eunji yang pergi begitu saja, meninggalkan aku dan Vernon berdua.
“Apa salahku sampai kau mendiamkan ku seperti ini?” tanyanya.
“Tidak ada,” jawabku singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
