seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Acara reuni sekolah seperti ini selalu menjadi momen yang menyenangkan, sekaligus canggung. Ia akan membuat kalian bisa bertemu dengan banyak orang di masa lalu, termasuk aku yang bertemu kembali dengan mantan kekasihku yang dulu.
Lihat, dia tidak berubah sama sekali, sungguh. Bahkan penampilannya saja masih sama seperti Mingyu yang kukenal.
Hari ini, aku menghadiri acara perkumpulan informal alumni sekolahku. Kami berkumpul kembali setelah lama tak bertemu. Ini bukan acara resmi, hanya inisiatif spontan untuk sekadar bertemu dan minum bersama, seperti sekarang ini. Aku mengenakan pakaian yang cukup santai; sebuah long dress berwarna putih yang ku kombinasikan dengan luaran rajut serta tas kecil selempang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan yang lebih kebetulan lagi adalah... aku duduk tepat di hadapan mantan kekasihku itu.
Hubungan kami berakhir begitu saja. Lebih tepatnya, dia pergi tanpa kabar. Karena tidak ada kejelasan, akhirnya aku memutuskan hubungan kami secara sepihak melalui sebuah pesan singkat, dan tak lama setelah itu, aku langsung pergi ke Kanada untuk melanjutkan pendidikanku.
“Mingyu Sunbae, terlihat begitu tampan, bukan? Sekarang dia tampak sedikit berbeda, lebih dewasa dari yang dulu,” bisik Hyeojin, sahabatku, sambil menyenggol lenganku.
Aku menoleh ke arah Hyeojin yang tengah memperhatikan Mingyu, yang sekarang duduk persis di hadapanku.
“(Y/n)-ya, kau tak ingin menceritakan tentang diri mu? Siapa tahu ada seseorang yang masih penasaran dengan dirimu,” tukas Dokyeom, salah satu Sunbaenim-ku sekaligus teman dekat Mingyu.
“Tak ada yang spesial, Sunbae, jadi untuk apa kau ingin tahu ceritaku? Lebih baik kita mendengarkan cerita Hyeojin saja, bagaimana?” balas ku sambil merangkul bahu Hyeojin. Aku berusaha mengalihkan perhatian dari Mingyu.
“Kenapa harus aku? Sunbaenim, jika kau ingin tahu cerita tentang (y/n), biar aku yang beritahu. Ekhem, begini, sahabatku ini setelah memutuskan hubungannya dengan Mingyu Sunbae secara sepihak dan melanjutkan pendidikannya di Kanada, dia sudah pernah berkencan beberapa kali. Tapi, semuanya berakhir tidak berjalan lancar. Sepertinya, hatinya masih berada di masa lalunya, ehem,” jelas Hyeojin panjang lebar, yang membuatku langsung mencubit tangannya.
“Hyeojin!” gumamku dengan senyum terpaksa, karena sekarang semua mata tertuju ke arahku.
“Aww, aku memang benarkan? Jangan menutupi itu, karena kenyataannya memang se...” perkataan Hyeojin terhenti begitu aku membekap mulutnya.
“Sudah-sudah, jangan hiraukan Hyeojin. Sepertinya Hyeojin sudah mabuk,” tukas ku, seraya melepaskan bekapan dari mulut Hyeojin.