seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Bukan sebuah pernikahan harus dilandasi oleh cinta? Tapi tidak dengan pernikahan yang akan ku jalani ini.
Yah, pernikahan ini karena sebuah perjodohan yang harus kulakukan bersama pemuda bernama Joshua Hong ini. Bukan tidak ingin menolak, tapi aku bukan anak durhaka atau anak pembangkang, meskipun kelakuanku ini sangat buruk, tapi aku bukan anak seperti itu. Jadi, aku menurut saja. Lagipula Joshua itu pemuda yang sangat lembut dan tampan. Aku juga baru bertemu dengan pemuda seperti dia; selain lembut, dia juga benar-benar sangat sabar dengan kelakuanku yang Appa saja akan sangat marah dengan kebiasaan buruk ku ini.
Yah, aku sering sekali pergi ke klub, bar, atau bahkan mengadakan party bersama teman-temanku di klub itu sampai pagi. Dan lagi, aku suka sekali menggoda beberapa pemuda. Jelas, hanya menggoda. Aku tidak pernah benar-benar menyukai mereka karena mereka semua adalah pemuda brengsek yang hanya ingin tidur dengan gadis mana pun yang terlihat menarik perhatian mereka.
Seperti sekarang, aku tengah bersiap untuk pergi party di rumah Soohyun. Yah, hari ini dia sedang berulang tahun jadi dia membuat party di penthouse milik Soohyun. Oh ya, Soohyun ini sahabatku sejak kecil, jadi dia tahu betul bagaimana aku.
Aku menoleh saat mendengar suara ketukan pintu kamarku. Aku langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya sedikit karena aku takut itu Appa. Bisa bahaya jika dia tahu aku akan pergi party malam ini.
"Nona, Tuan Muda Joshua ada di bawah. Ia bilang ingin bertemu denganmu," ucap Jung Ahjumma.
"Baiklah, sebentar lagi aku turun," jawabku.
Jung Ahjumma hanya mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya dan berjalan pergi. Aku segera mengganti pakaianku dengan pakaian biasa. Aku juga tidak lupa memasukkan pakaian tadi ke dalam paper bag dan aku langsung berjalan keluar kamarku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku berjalan dengan sedikit tergesa-gesa, membuat aku hampir terjatuh tadi. Untungnya aku masih bisa mengimbangi tubuhku. Begitu sampai di bawah, aku melihat Joshua sedang duduk bersama Appa di ruang keluarga.
"Josh!"
Joshua menatapku dengan bingung dan belum membuka suaranya.
"Ayo, bukankah kau ingin mengajakku melihat apartemen yang akan kita tempati nanti setelah kita menikah?" ucapku.
"Kenapa tidak besok saja? Lagipula ini sudah malam," sahut Appa.
"Appa, kita akan sekalian berkencan, bukan? Besok akhir pekan juga," jawabku sambil tersenyum.
"Ah, begitu rupanya. Kalian akan menghabiskan waktu bersama malam ini. Baiklah, Appa tidak akan menahan kalian kalau begitu," ucap Appa lagi.
Aku langsung mengisyaratkan pada Joshua melalui tatapanku padanya.
"Ah,Ne Abeoji. Kalau begitu kami pergi sekarang, Abeoji," ucap Joshua.