POV Seungcheol..
Aku menghembuskan nafasku saat tak kunjung menemukan Nona Kang (y/n) di mana pun, semenjak tiga hari lalu setelah dia memberiku fotonya dan memberitahu namanya. Aku menjatuhkan diri ke kursi taman rumah sakit dan mengusap kasar wajahku yang terasa penat.
“Dimana kau sebenarnya… kenapa aku tidak bisa menemukanmu di ma—” ucapan ku terhenti ketika sepintas sebuah ingatan berputar di kepalaku.
“(Y/n)-ya, kau mau kan menikah denganku?”
“Oppa!! Tentu saja, aku mau menikah denganmu.”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu, Seungcheol Oppa.”
Aku beranjak sambil memegangi kepala yang mendadak terasa sakit. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, mencoba menajamkan pandangan ke sekeliling hingga tiba-tiba suara seseorang memanggilku dan membuatku menoleh.
“Tuan Choi Seungcheol!! Aku menemukan identitas gadis yang Anda cari selama ini,” ucapnya dengan nada terburu-buru.
“Oh, benarkah? Syukurlah. Katakan, apa yang kau dapat?” tanyaku cepat, nadaku terdengar penuh harap.
“Ini, Tuan. Gadis yang Anda cari ternyata sedang mengalami koma dan dirawat di salah satu rumah sakit di Daegu. Kondisinya… sangat memprihatinkan,” jelasnya dengan wajah serius.
Aku terdiam sesaat. “Ternyata ini alasannya,” batinku, menahan rasa sesak di dada.
“Apa kau tidak mendapat informasi tentang keluarganya?” tanyaku lagi, berusaha menahan rasa penasaran yang semakin mendesak.
“Tidak, Tuan. Itu saja yang saya dapat. Menurut perawat yang merawatnya, ia mengalami kecelakaan tiga tahun lalu dan ditemukan oleh seorang pendaki di dekat sungai.”
Aku mengepalkan tangan, menekan perasaan campur aduk yang bergejolak. “Baiklah. Aku akan segera ke sana untuk melihat kondisinya. Hubungi aku jika kau mendapat informasi lain tentang dia.”
“Baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi Anda jika ada kabar terbaru mengenai gadis itu lagi,” jawabnya sambil sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.
Aku hanya mengangguk pelan lalu beranjak, meninggalkan orang kepercayaanku itu. Langkah ku berat namun pasti. Yah, tanpa membuang waktu aku langsung bergegas menuju Daegu untuk melihat keadaan Nona Kang (y/n) dengan mataku sendiri.
Aku berlari menuju kamar yang dikatakan oleh perawat di meja informasi tadi. Langkahku terhenti saat berada tak jauh di lorong dekat kamar rawat Nona Kang (y/n). Aku mengerjapkan mataku berkali-kali sambil berjalan perlahan. Pandanganku langsung tertuju pada Mingyu, Seunghee, dan seorang gadis bernama Jina—teman dekat Seunghee—yang sedang berada di sana.
“Oppa!!” panggil Seunghee begitu melihatku.
“Apa yang kalian lakukan di sini? Apa kalian mengenalnya?” tanyaku, suaraku bergetar penuh tanda tanya.
“Te… tentu kami mengenalnya, lalu Oppa sendiri seda—” ucap Seunghee, tapi kalimatnya terhenti saat Mingyu menyela dengan nada tegas.
“Hyung!! Ayolah, sampai kapan kau mau terus tak mengingatnya? Jelas kami mengenalnya, karena gadis yang ada di dalam sana adalah istrimu!” ucap Mingyu penuh penekanan.
Aku langsung membulatkan mataku, terpaku di tempat mendengar perkataan Mingyu. Hingga aku tersentak saat melihat Jina melangkah mendekat padaku.
“Seungcheol Oppa!! Roh (y/n) Eonni sudah kembali ke tubuhnya, jadi Oppa tidak perlu mencari roh (y/n) Eonni lagi. Lebih baik sekarang Oppa bantu Eonni untuk benar-benar bangun,” ucap Jina penuh harap.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
