43.JUN

1.3K 92 0
                                        

​Aku menghela nafasku setelah menyelesaikan beberapa tugasku di perpustakaan kampus. Aku menoleh saat mendengar seseorang memanggilku, dan kulihat seorang gadis tengah berdiri di hadapanku.

​"Permisi, kau Shin (y/n) dari jurusan sejarah, bukan?" ucapnya sambil menatapku.

​"Ne, waeyo?" tanyaku bingung.

​"Maaf, tapi apa kau benar berpacaran dengan Changkyun Sunbae?" tanyanya hati-hati.

​"A-ah, ne, waeyo?" jawabku gugup.

​"Mian, jika aku lancang, tapi sepertinya kau harus mengakhiri hubunganmu dengannya karena dia bukan pemuda yang baik untukmu. Percayalah, aku hanya ingin kau tidak menjadi korbannya, karena aku juga salah satu korbannya. Jika kau tidak percaya, kau bisa melihat dia sekarang. Dia pasti di ruang musik bersama Eunji, salah satu anak angkatan tahun ini," jelasnya.

​Aku yang penasaran langsung beranjak dan pergi dari hadapannya tanpa mengatakan apa pun. Aku membuka perlahan pintu ruangan musik dan melihat Changkyun sedang bercumbu bersama Eunji dengan begitu panas. Aku mengepalkan tanganku dan berjalan menghampiri mereka. Aku menarik Changkyun untuk menghentikan aksinya.

Plak...

​Satu tamparan mendarat di pipi kirinya yang membuat Eunji dan bahkan Changkyun terkejut.

​"Ayo kita akhiri hubungan ini," ucapku sambil menatap ke arahnya dan berjalan pergi.

​Aku merutuki diri sendiri yang tidak pernah tahu kelakuan kekasih—tidak, bukan kekasih, tapi mantan kekasihku—yang suka selingkuh di belakangku.

​Aku kembali meneguk bir yang ada di hadapanku sambil terus mengumpati Changkyun dan Eunji, hingga akhirnya aku menoleh karena merasakan ada seseorang yang menepuk bahuku. Aku mengerjapkan mataku dan melihat seorang pemuda yang sedang tersenyum ke arahku.

​"Tidak baik jika kau minum terlalu banyak, nona. Segeralah pulang dan tenangkan dirimu di rumah saja. Terlalu bahaya jika seorang gadis mabuk sendirian di bar seperti sekarang," ucapnya sambil tersenyum manis ke arahku.

​Aku terdiam sambil menatapnya yang masih menatapku.

​"Nona, gwaenchana?"

​"H-huh, ah, gwaenchana," jawabku.

​"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Maaf mengganggumu," ucapnya sambil pergi.

​Aku menghela nafasku dan mulai beranjak. Benar kata pemuda tadi, aku tidak seharusnya mabuk-mabukan sekarang. Aku lebih baik pulang dan melupakan si tukang selingkuh itu.

​Sudah hampir dua bulan setelah aku mengakhiri hubunganku dengan Changkyun. Sudah hampir selama itu pula aku melalui semuanya dengan begitu tenang. Aku menoleh saat merasakan seseorang menepuk bahu, dan kulihat Hyori, temanku, sedang tersenyum ke arahku.

​"Yakk... Kau mau ikut berkumpul bersama nanti setelah kelas berakhir?" ucapnya.

​"Shireo," jawabku singkat.

​"Ayolah, bukannya kau juga bilang ingin minum? Bukankah lebih baik minum bersama?"

​Aku menghela nafasku dan menatapnya.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang