VERNON (2 End)

1K 79 0
                                        

Seminggu setelah kejadian itu, sudah seminggu juga aku menjalani hukuman. Hari ini adalah hari terakhir aku menjalani hukuman yang diberikan padaku akibat perkelahian ku dengan Geunghye. Aku menghela nafasku begitu menyelesaikan semuanya.

“Hah, akhirnya semuanya selesai juga,” gumam Eunji.

Aku hanya mengangguk pelan sambil mengelap keringatku.

“(Y/n)-ya, aku akan membeli minuman. Kau bisa rapikan peralatannya, kita bertemu di kelas nanti, oke?” ucap Eunji sambil berlari pergi.

“Baiklah, aku ingin minuman dingin!” teriakku.

Eunji hanya mengangguk sambil terus berlari ke arah kedai kudapan. Aku langsung merapikan peralatan yang kupakai. Di perjalanan, aku melihat Geunghye yang tengah berjalan bersama Vernon sambil mengobrol. Sontak, aku langsung menghampiri mereka.

“Vernon!” panggilku.

Ck, pengganggu datang,” gumam Geunghye yang terdengar olehku.

“Vernon, aku duluan. Jangan lupa tentang yang tadi,” ucapnya sambil berjalan pergi.

“Huh? Maksud dia apa tadi?” tanyaku penasaran.

“Dia mengajakku ke pesta ulang tahun Hyorin,” jawab Vernon.

Mwo? Untuk apa? Aku saja tidak diundang, dan kau akan pergi ke sana bersama nenek sihir itu?” kesalku.

“Apa aku bilang seperti itu tadi?” tanya Vernon balik.

Aku menatap Vernon dan langsung menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaannya.

“Yasudah, kenapa kau jadi kesal?” ucapnya sambil meninggalkanku.

“Aish, dasar pemuda tidak peka! Vernon, tunggu aku!” Aku berbicara sambil berlari mengejar Vernon.

Aku begitu senang dan antusias untuk mengatakan pada Vernon. Bahkan, hari ini aku ingin mengajaknya pergi berkencan setelah pulang sekolah. Seperti biasa, akulah yang selalu mengajak Vernon berkencan, bukan dirinya. Vernon memang seperti itu.

“Vernon-ah!” panggilku sambil duduk di sampingnya.

“Hm!”

“Aku punya tiket nonton film untuk hari ini. Mau pergi bersama?” tanyaku.

Vernon meletakkan ponselnya dan langsung mengambil tiket yang ada di tanganku. Namun, satu tiket lagi malah direbut oleh seseorang.

“Omo! Bagaimana bisa kau mendapatkan tiket film ini? Aku sudah mencarinya sejak dua hari lalu tapi tidak dapat. Boleh untukku? Aku akan membayar dua kali lipat,” ucap Geunghye dengan mata berbinar.

“Tapi aku mendapatkannya dengan susah pa—”

“Tiga kali lipat, bagaimana?” tanyanya lagi.

Aku melirik Vernon yang hanya diam sambil menatap ke arahku.

“Geunghye-ah, tapi hari ini aku ingin berkencan dengan Vernon,” ucapku sambil menatap Vernon.

“Ayolah, kau bisa berkencan dengan Vernon di lain waktu,” mohon Geunghye lagi.

“Ambil, untukmu saja. Kita bisa berkencan ke Sungai Han,” ucap Vernon tiba-tiba, sambil berdiri.

Aku menatap Vernon yang tengah berdiri, memberikan tiket yang ada di tangannya juga.

“Vernon, aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya ingin sa—”

“Ambil. Kau mendapatkan dua tiket sekarang, dan tidak usah kau bayar juga. Kami memberikannya untukmu. Biar aku dan (y/n) menonton film itu lain kali saja,” ucapnya lagi yang memotong perkataan Geunghye.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang