Aku berlari kecil menuju ruang musik. Sesampainya di sana, aku merapikan penampilan ku sejenak sebelum perlahan membuka pintu dan melangkah masuk.
Aku membungkukkan badan untuk memberi salam pada Jung Ssaem dan beberapa Sunbae yang sudah lebih dulu hadir. Setelah itu, aku duduk di tempat biasa.
“Baiklah, karena semua anggota sudah hadir, sekarang saya akan mulai memilih siapa yang akan tampil nanti untuk pentas seni dua bulan yang akan datang,” ucap Jung Ssaem.
“Ne, Ssaem,” jawab kami serentak.
“Baiklah, Changkyun kau bertanggung jawab mengajari Hyeojin. Eunha, kau bertanggung jawab mengajari Yuri. Dan kau, Woozi, bertanggung jawab mengajari (y/n), karena kali ini saya ingin ia tampil solo di pentas seni nanti,” lanjut Jung Ssaem.
Aku mengerjapkan mataku saat mendengar perkataan Jung Ssaem tadi. Tubuhku refleks menegang, dan aku menoleh ketika teman yang duduk di sampingku menyenggol lenganku pelan.
“Kau mendapatkan jackpot kali ini, (y/n)-ya,” bisiknya sambil tersenyum nakal.
Aku hanya menatapnya sambil mengedipkan mata berulang, masih tidak percaya. Hingga akhirnya aku merasa sebuah lengan menepuk bahuku. Aku segera menoleh dan mendapati Woozi berdiri disana, menatapku dengan ekspresi tenang.
“Ayo, kita harus mulai membicarakan tentang penampilanmu,” ucapnya singkat.
“Huh?”
Aku menatapnya bingung, tapi ia hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala ku.
“Lihat, yang lain sudah berdiskusi tentang penampilan mereka. Apa kau tidak ingin berdiskusi juga?”
Dengan polos aku melirik sekeliling. Benar saja, semua orang sudah sibuk membicarakan persiapan mereka. Aku merutuki diri sendiri karena terlalu bengong. Akhirnya, aku merundukkan kepala dan mengangguk pelan, lalu beranjak berdiri untuk mengikutinya.
Aku duduk di pojok ruangan musik sambil menunggu Woozi yang sedang memilih beberapa lagu. Tak lama kemudian, ia datang menghampiri. Ia langsung duduk di sampingku, namun sebelum benar-benar duduk, ia menyampirkan jaket yang dibawanya ke pangkuanku.
“Pakai jaketku untuk menutupnya,” ucapnya sambil menatapku sekilas.
Aku hanya mengangguk pelan dan menarik ujung jaket itu, lalu memeluknya ringan di pangkuan.
“Ini, aku punya beberapa lagu untuk kau bawakan nanti. Kau bisa memilihnya dari sekarang. Tapi jika kau punya lagu lain, kau juga bisa menunjukkannya padaku,” lanjutnya.
“Ne, Sunbae. Untuk saat ini aku akan melihat lagu yang sunbae berikan saja dulu, karena Jung Ssaem secara mendadak memilihku tadi,” ucapku pelan.
Ia hanya mengangguk, lalu mulai memainkan gitarnya dengan nada lembut.
Aku menunduk, fokus melihat lembaran lagu yang ia sodorkan padaku. Sambil membaca, aku merasakan lagi hal yang selalu membuatku kagum padanya. Woozi benar-benar pintar dalam menuangkan perasaannya melalui sebuah lagu. Dan yang membuatku lebih terkesan, ia selalu terlihat sangat lembut ketika membicarakan musik.
“Sunbae! Apa semua makna lagu ini untuk mengatakan perasaan suka pada seseorang? Maksudku… mengungkapkan perasaan pada seseorang yang ia sukai secara diam-diam?” tanyaku hati-hati.
“Ne,” jawabnya cepat sambil tersenyum tipis. “Kau benar. Lagu itu memang bermakna untuk mengungkapkan perasaan pada seseorang yang kita sukai.”
Aku langsung memalingkan wajahku ke arah lain untuk menyembunyikan rona merah yang tiba-tiba merayapi pipiku.
Ya Tuhan, bagaimana aku bisa menahan diri jika ia terus tersenyum seperti itu padaku? Rasanya aku ingin segera berlari keluar dari ruang musik ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
