POV Mingyu
Kami semua menoleh saat mendengar suara pecahan kaca. Aku langsung berdiri ketika melihatmu yang sedang berdiri tak jauh dari kami.
“A.. apa ma.. maksud perkataan Eomonim tadi?” tanya nya dengan suara bergetar.
Aku berjalan mendekat, namun (y/n) langsung mengangkat tangan dan berjalan mundur.
“Jangan mendekat sebelum kau menjelaskan semua ini padaku!!” ucapnya sambil menatapku tajam.
“Aku akan menje—” ucapan ku terhenti ketika aku melihat (y/n) tiba-tiba memegangi perutnya.
“Akh!” pekik nya kesakitan.
“Nak, sebaiknya kita bawa (y/n) ke rumah sakit sekarang!” ucap Eomma cemas.
Aku mengangguk dan ingin segera menggendongnya, namun lagi-lagi langkah ku terhenti.
“SUDAH KUBILANG JANGAN MENDEKAT SEBELUM KAU MENJELASKAN SEMUA INI PADAKU!!” sentak nya dengan suara yang bergetar menahan sakit.
“Sayang, kami akan menjelaskan semuanya. Tapi sekarang lebih baik kita ke rumah sakit dulu, iya… ” ucap Eomma dengan lembut, berusaha menenangkannya.
Aku melihat (y/n) memejamkan mata sambil terus memegangi perutnya.
“Gyu, kita harus ke rumah sakit sekarang! Lihat, (y/n) mengalami pendarahan!!” ucap Eomma panik.
Mendengar itu, aku langsung tidak peduli lagi pada larangannya. Aku segera berjalan mendekat dan menggendongnya dengan erat.
POV Mingyu End
Aku mengelus perutku yang kini sudah sedikit lebih baik. Setelah tadi dilarikan ke rumah sakit dan diperiksa, aku bisa bernapas lebih lega, meski hatiku masih hancur. Aku menoleh ketika merasakan sebuah lengan mengusap tanganku, namun aku langsung menepisnya dan memalingkan wajahku.
“Pergi, aku tidak ingin melihatmu.” ucap ku dingin.
“Mianhae… aku tidak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu.” ucap Mingyu pelan.
Aku hanya menggertakkan gigi. Setelah selesai diperiksa tadi, Mingyu langsung menjelaskan semuanya padaku, tentang semua yang kudengar dari mulut Eomonim sebelumnya.
“Pergi. Apa kau tidak mendengar perkataan ku tadi?” ucapku lagi, kali ini sambil menatap tajam ke arahnya.
“Aku tidak akan pergi sebelum kau memaafkan ku.” ucapnya sambil menatapku penuh kesungguhan.
Aku mendengus. “Baiklah, jika kau tidak ingin pergi, biar aku yang pergi.” ucap ku, lalu tanpa pikir panjang aku mencabut selang infus dari tanganku.
“Yak!! Apa yang kau lakukan?” serunya panik sambil berusaha menarik tanganku.
Aku menepisnya dengan kasar, lalu memegangi tanganku yang kini terasa perih.
“Apa peduli mu, Gyu? Ani… maksudku, apa peduli mu Mingyu-ssi… Ani… Tuan muda Mingyu. Kau bahkan menjadikan aku istrimu hanya sebagai alasan untuk membuat Appa-mu tidak masuk penjara, kan? Bukan karena kau mencintaiku. Jadi sekarang… anggap saja kau tidak memiliki seorang istri dan tidak pernah melihat ku. ” ucapku sambil berdiri dari ranjang.
Namun langkahku terhenti ketika tangannya menahan lenganku. Aku menoleh, menepis kasar, lalu menatapnya dengan tatapan penuh benci.
“Jangan menyentuhku! Kau tidak berhak menyentuhku mulai sekarang!” ucap ku penuh penekanan.
“Kau istriku. Aku punya hak untuk menyentuh (y/n)-ya…” balasnya sambil tetap memegangi tanganku.
Aku menarik napas panjang. “Ani. Mulai sekarang aku bukan istrimu lagi. Aku ingin kita berpisah.”
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
