Aku berlari kearah klinik samcheon sesaat setelah turun dari mobil milik Appa yang dibawa oleh anak buahnya. Yah, ini sudah seminggu semenjak kejadian kemarin. Aku sudah kembali ke rumah karena kejadian kemarin, Appa mengerahkan anak buahnya untuk mencari ku. Karena aku tidak mau membuat masalah, akhirnya aku dengan berat hati kembali ke rumah.
Aku membuka pintu klinik dengan napas terengah. Aku tersenyum kearah samcheon yang sedang duduk bersama Yuri yang sedang melakukan wawancara kerja dengannya.
“Selamat Nona Kang, saya menerima Anda bekerja di klinik saya untuk membantu Dokter Kim dan Dokter Park,” ucap samcheon sambil tersenyum.
“Ne, kamsahamnida, Tuan,” jawab Yuri.
“Ne, Anda boleh mulai bekerja hari ini, Nona Kang. Dokter Park, bisa Anda jelaskan apa pekerjaannya? Karena saya harus pergi sekarang.”
“Ne, dengan senang hati,” ucapku.
Samcheon hanya tersenyum sambil beranjak pergi. Tak lama setelah itu, Dokter Kim datang.
“Eonni! Ayo, biar ku kenalkan dengan Dokter Kim. Dokter Kim! Perkenalkan Nona Kang Yuri, ia yang akan membantu kita mulai hari ini,” jelas ku.
“Annyeonghaseyo, aku Kang Yuri imnida. Mohon kerja samanya,” sapa Yuri.
“Annyeonghaseyo, aku Kim Mingyu imnida. Ah, ne, mohon kerja samanya juga,” balasnya.
Aku hanya tersenyum lebar saat melihat mereka saling menyapa. Tak lama setelah itu, aku mendengar suara pintu klinik terbuka. Aku langsung menoleh dan melihat Wonwoo yang berjalan ke arah kami.
Aku tersenyum saat Wonwoo merangkulku sambil mengusap kepalaku.
“Dokter Kim! Bisa kau temani Nona Kang dulu sebentar untuk memberitahu tugasnya? Aku ingin berbicara dengan kekasihku sebentar,” ucapku.
“Ah, ne, kau tak perlu khawatir,” jawab Mingyu.
Aku hanya mengangguk pelan sambil berjalan meninggalkannya. Aku menarik Wonwoo ke ruang istirahat untuk berbicara dengannya.
“Ada apa? Kenapa kau nampak khawatir seperti itu??” ucapnya sambil mengusap pipiku.
Aku menariknya ke dalam pelukanku.
“Waeyo?”
“Besok malam acara pertunanganku. Appa mempercepat prosesnya dan sebulan lagi hari pernikahanku. Apa yang harus kulakukan, Won?” ucapku pelan.
“Tenanglah, aku sudah mengatur cara untuk membawamu pergi bersama samcheon dan Hoshi. Mereka juga sedang melakukan tugasnya sekarang,” jawabnya sambil mengusap punggungku.
“Benarkah?” tanyaku sambil melepaskan pelukan dan menatapnya.
“Kau tidak percaya padaku?” ucapnya.
Aku tersenyum sambil mengalungkan kedua tanganku pada lehernya.
“Aku percaya padamu,” jawabku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Casualeseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
