Warning 18+
Aku menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Serim yang jelas-jelas kesal karena rencananya gagal total. Ia berjalan kembali ke arah kami setelah tak berhasil menggoda seorang pemuda yang sejak tadi memang jadi incarannya.
"Pft... haha! Lihat wajahmu, kau seperti orang bodoh," ucapku sambil tertawa terbahak-bahak.
Serim mendengus dan langsung menjatuhkan tubuhnya duduk di sampingku.
"Yak... wajahnya tuh begini!" sahut Yoora sambil menirukan ekspresi Serim yang sebal.
Tawa kami bertiga pecah makin keras. Aku sampai menahan perutku karena terlalu geli melihat wajah Yoora yang sukses memparodikan ekspresi Serim. Yah, begitulah kami. Serim dan Yoora adalah sahabatku sejak kecil, kami sudah saling mengenal luar dalam.
Soal pemuda tadi, sebenarnya itu hanya bagian dari permainan truth or dare yang sedang kami mainkan. Karena Serim memilih "dare", aku dan Yoora menantangnya untuk mengajak pemuda itu berkencan selama seminggu. Bukannya menerima atau menolak dengan tegas, pemuda itu malah langsung kabur terbirit-birit.
Bukan karena ia tak tertarik, sepertinya dia hanya takut jika nantinya kami benar-benar menjadikannya bahan lelucon.
"Kau kena hukuman. Malam ini kau yang traktir kami, tidak ada penolakan!" ucap Yoora sambil menunjuk Serim.
"Iya, iya... aku akan mentraktir kalian nanti malam," jawab Serim dengan wajah pasrah.
"Ayo lanjutkan permainannya!" seruku penuh semangat.
Serim meraih botol yang ada di hadapan kami, lalu memutarnya kembali. Sialnya, kali ini botol itu berhenti tepat mengarah padaku.
"Ish..." desahku kesal.
"Dare! Kau harus menggoda dan mengajak Jun Sunbae berciuman," ucap Yoora cepat-cepat dengan nada penuh tantangan.
"Yap! Aku setuju!" sambung Serim sambil mengacungkan tangan, wajahnya langsung berubah ceria setelah tahu aku jadi korban berikutnya.
"Yak! Dare macam apa itu?! Dan lagi, kan aku belum memilih truth atau dare?!" protes ku dengan wajah tak percaya.
"Kau terlalu lama memilih, jadi kami yang memilihkannya untukmu," jawab Yoora enteng, lalu ber-high five dengan Serim sambil tertawa puas.
Aku hanya bisa menghembuskan napas panjang, merasa terjebak dengan ulah mereka berdua.
"(Y/n)-ya, karena aku yang cukup mengenal Jun sunbae, aku akan membantumu," ucap Serim dengan nada serius tapi matanya jelas menyimpan rasa jahil.
"Oh iya, kami tunggu di ruang musik nanti," tambah Yoora sambil tersenyum penuh arti.
Aku menoleh pada Serim yang hanya mengangguk pelan, lalu berdiri dan melangkah pergi lebih dulu. Aku bisa merasakan jantungku mulai berdebar tidak karuan, membayangkan betapa gila tantangan kali ini.
Aku berjalan bersama Yoora menuju ruang musik. Begitu sampai di depan pintu, kami langsung masuk. Suasana di dalam cukup tenang, hanya ada beberapa kursi dan cermin besar di dinding. Aku dan Yoora duduk berdampingan di salah satu kursi yang ada di sana.
"Hhh, gila... bagaimana cara aku menggoda, Hah?" ucapku sambil mengacak rambutku sendiri, frustasi.
"Hahah, ayolah. Tinggal lakukan seperti biasa, tapi keluarkan sisi nakal mu sedikit, (y/n)-ya," ucap Yoora sambil menyeringai penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
