POV Hoshi
Aku menopang dagu dengan kedua tanganku saat memperhatikan seorang gadis yang sejak tadi fokus dengan bukunya. Tatapanku tidak bisa lepas darinya, hingga tiba-tiba aku merasakan sebuah pukulan yang cukup keras mendarat di kepalaku.
“Yakkk…” pekik ku refleks.
“Kwon Hoshi, kecilkan suaramu! Ini perpustakaan!” tegur penjaga perpustakaan dengan suara tegas.
Aku hanya bisa tersenyum canggung sambil menundukkan kepala, merasa malu karena dimarahi di depan umum. Perlahan aku menoleh, dan ternyata orang yang memukul kepalaku tadi justru sedang tertawa tanpa suara di dekat rak buku.
Aku menghampirinya dan menatap kesal ke arahnya.
“Maafkan aku, Hoshi. Kau benar-benar lucu tadi,” ucapnya sambil berusaha menahan tawa.
“Bodoh, kau senangnya membuat saudara kembarmu ini dipermalukan di depan orang yang ia sukai,” ucapku dengan nada jengkel.
“Mian… mian… tenanglah. (Y/n) sudah pergi saat aku memukulmu tadi,” jawabnya berusaha menenangkan ku.
“Benarkah? Yakk… Heejin, kau sedang tidak membodohi ku kan?” tanyaku ragu, menatap matanya lekat-lekat.
“Aniya. Kau bisa lihat sendiri,” ucapnya sambil menyilangkan kedua tangannya dengan yakin.
Aku membalikkan tubuhku, dan benar saja—yang dikatakan Heejin tadi memang benar. Ia sudah tidak ada di meja pojok tempatnya duduk tadi. Aku mengusap dada lega, mencoba menenangkan jantungku yang sempat berdebar kencang, lalu berjalan meninggalkan Heejin.
“Hoshi, kau mau kemana?” tanyanya sambil mengikuti langkahku.
Aku tidak menjawab. Aku hanya terus berjalan keluar dari perpustakaan dengan pikiran yang masih penuh bayangan wajahnya.
Aku terus melangkah menuju kelasku. Sesekali mataku melirik ke kanan dan kiri, berharap bisa melihat sosoknya di antara kerumunan mahasiswa. Hingga tiba-tiba sebuah lengan merangkul pundakku dari samping.
“Yakk… si pintar itu mungkin sudah ada di kelas. Ayo kita masuk sebelum terlambat,” ucap Heejin sambil menarik ku.
Aku hanya menghela napas, lalu menuruti langkahnya menuju kelas. Dan benar saja, senyumku kembali mengembang saat mataku menangkap sosoknya yang sudah ada di bangku kelas.
“Lihat, aku sudah bilang kan,” ucap Heejin sambil menatapku penuh kemenangan.
“Menjauh dariku,” balas ku sambil meliriknya dengan kesal.
“Yasudah,” jawabnya singkat, kemudian ia pun berjalan pergi meninggalkanku.
Namun aku hanya bisa menatap kembali ke arahnya… gadis itu. Seolah dunia di sekitarku meredam suaranya, hanya menyisakan sosoknya yang begitu mencuri perhatianku.
POV Hoshi End…
Aku cukup terkejut saat mendengar suara kursi di sampingku ditarik dan langsung diduduki oleh seseorang. Aku menoleh, dan ternyata itu Heejin yang kini duduk di sebelahku.
“Annyeong, kursi ini kosong kan?” tanyanya sambil tersenyum ceria.
“Ne, Sunbae,” jawabku pelan, sedikit kikuk.
Yah, Heejin memang dua tahun lebih tua dariku. Tapi aku bisa seangkatan dengannya karena saat sekolah menengah atas, aku melompati kelas. Aku hanya menyelesaikan SMA dalam satu tahun lalu langsung masuk universitas.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
