seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi tapi seorang gadis masih berada didalam mimpinya. Bahkan, mungkin ia tak berniat untuk bangun sekarang jika tidak mendengar suara lengkingan dari luar kamar. Lengkingan tersebut lengkap dengan suara dobrakan pintu kamar milik sang gadis, tapi semua itu tidak membuatnya terbangun.
"JUNG (Y/n), BANGUN!" teriak seorang wanita yang lebih tua darinya dengan begitu kesal. Wanita itu lantas menarik serta menepuk bokong milik gadis itu yang membuat gadis itu langsung mengaduh.
"Akh… Eonni… Appo! Kenapa Eonni tidak bisa membangunkan ku dengan cara yang lebih lembut?" keluhku dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali.
"Kau tidak akan bangun jika aku menggunakan kelembutan," ucap sang Eonni, yang diketahui bernama Geunhye, dengan menarik telinga adiknya.
Aku mengusap telingaku begitu ia melepaskan tarikannya.
"Eonni, kau tak boleh marah-marah terus, nanti kau akan cepat tua," kataku. Setelah mengatakan hal itu padanya, aku langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi aku.
"Yakk! Jung (y/n), kau benar-benar membuat darah tinggi saja. Aughh… Jinjja!" kesalnya sambil berjalan keluar dari kamarku.
Aku langsung mandi karena tak ingin mendengar Geunhye Eonni berteriak seperti tadi lagi. Setelah tigapuluh menit, aku selesai mandi dan bersiap.
Aku sudah siap dengan seragam sekolahku sekarang. Aku langsung keluar kamar, berjalan menuju pantry. Di sana, aku melihat Geunhye Eonni yang tengah sibuk dengan ponsel miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepertinya dia sudah selesai menyiapkan sarapan, terbukti di meja sudah ada sandwich buatannya.
"Eonni, aku berangkat sekarang. Sampai nanti," ucapku sambil mengambil sandwich buatannya.
Ia mengangguk pelan sambil mengikuti ku ke pintu depan rumah.
"Yakk! Kau jangan sampai bolos hari ini! Jika kudengar kau bolos lagi, akan ku pastikan kau tidak akan tidur dengan nyenyak nanti malam. Dan satu lagi, jika kau ingin mampir ke rumah keluarga Jeon, jangan buat ulah yang membuatku malu memiliki adik perempuan sepertimu," ocehannya saat aku masih sibuk mengenakan sepatu.
"Wae? Bukannya Eonni bilang jika kita menyukai seorang namja, kita harus membuatnya juga menyukai kita dengan cara terus mendekatinya?" ucapku sambil menatapnya.
"Tapi konsep mu itu sangat di luar dugaan, (y/n)-ya! Bisa saja Wonwoo terganggu dengan sikapmu yang seperti itu. Bukannya suka, yang ada Wonwoo nanti malah membencimu, bodoh!" ucapnya sambil menatapku tajam.