Aku tersenyum ketika melihat seorang namja yang sedang bermain bola basket di lapangan bersama teman-temannya. Senyumku semakin lebar saat ia menoleh ke arahku. Dengan cepat, aku menyembunyikan wajahku di balik buku agar tidak ada satu pun orang yang tahu aku sedang tersenyum karena memandanginya.
Yah, aku tidak ingin semua orang tahu—lebih tepatnya para gadis di kelasku—kalau aku sedang memperhatikannya. Bisa-bisa aku babak belur di tangan mereka.
“Huh, Yakk.. Yakk.. lihat! Jeonghan Sunbae didatangi oleh seorang gadis,” ucap salah satu gadis di kelasku.
Aku yang mendengarnya langsung menoleh ke arahnya.
“Yakk! Tidak bisa dibiarkan, ayo kita datangi kesana!” seru gadis lain, lalu mereka semua beranjak pergi.
Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat tingkah mereka.
“Mengerikan… lihat mereka, seperti para hena yang siap menerkam mangsanya,” gumamku sambil menatap keluar jendela kelas.
“(Y/n)-ya!!”
Aku menoleh ketika mendengar seseorang memanggilku.
“Mwoya?” tanya ku sambil menatapnya.
“Aku membawa ini untukmu,” ucapnya sambil duduk di kursiku.
“Wah, apa ini dari tuan populer itu?” godaku sambil langsung meneguk susu stroberi yang baru saja ia berikan.
“Iya, dari Jeong—” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, aku langsung membekap mulutnya.
“Seungkwan-ya! Jangan sebut namanya! Aku tidak ingin para hyena itu tahu,” ucapku sambil menunjuk ke arah jendela dengan daguku.
Namja yang baru saja datang itu adalah Seungkwan, sahabatku sejak kecil.
Ia hanya mengangguk pelan. Begitu aku melepaskan tanganku dari mulutnya, aku kembali meminum susu stroberi itu.
“Ini dari Jeonghan Hyung,” bisiknya pelan tepat di telingaku.
Aku hanya mengangguk pelan. Yah, namja yang dimaksudnya memang Jeonghan. Namja yang sejak tadi aku perhatikan di lapangan.
“Jeonghan hyung bilang, ia menunggumu di tempat biasa setelah pelajaran olahraga nanti,” bisiknya lagi.
“Katakan padanya aku tidak akan datang. Jangan tunggu aku,” jawabku cepat.
“Yak! Kau tidak boleh begitu pada kekasihmu. Kasihan dia. Dia butuh pelukanmu,” ucapnya sambil menatapku serius.
Yah, Jeonghan memang kekasihku. Kami baru enam bulan berpacaran, tapi memilih merahasiakannya karena banyaknya penggemar Jeonghan di sekolah.
“Ey, bukan begitu… aku hanya takut para hena itu memergokiku bersamanya,” jawabku sambil menghela napas.
“Tenang saja, aku dan Eunji akan berjaga-jaga. Anggap saja sambil kencan juga,” ucapnya sambil menyeringai nakal.
Aku hanya menghela napas, “Terserah kau sajalah.”
Aku, Eunji, dan Seungkwan berjalan menuju taman belakang. Begitu sampai, Seungkwan dan Eunji berbelok kearah lain, sementara aku melangkah menuju ruangan kecil yang selama ini menjadi tempat persembunyianku bersama Jeonghan.
Perlahan aku membuka pintu ruangan itu, dan betapa terkejutnya aku ketika sebuah lengan tiba-tiba melingkar di tubuhku dari samping.
“Kamjagiya! Jeonghan Oppa, kau mengejutkan ku saja!” ucapku sambil memegangi dadaku yang berdegup kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
