seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Tak kusangka, aku bertemu lagi dengan seseorang yang pernah kusukai dulu. Tak bisa ku percaya juga, dia sudah memiliki kehidupan yang berbeda sekarang.
Memang pada dasarnya aku ini mungkin tak diizinkan untuk bersama, bahkan untuk memilikinya. Aku mencoba mengontrol diri saat dia sudah berjarak tak jauh lagi. Aku sebisa mungkin bersikap biasa saja dan mencoba normal.
“Huh, kau Kang (y/n), kan? Wah, lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?” ucapnya yang mengeluarkan begitu banyak pertanyaan padaku.
“Ne, majayo. Aku Kang (y/n). Lama tak bertemu juga. Setelah bertemu, aku malah dikejutkan dengan kenyataan darimu, Jeonghan-ssi,” ujarku dengan tersenyum ke arahnya.
“Ssaem, kenal dengan Appa-ku?” tanya seorang gadis kecil yang tengah ia gandeng.
“Tentu saja. Ssaem pernah satu sekolah dengan Appa-mu dulu, meski Ssaem ini Hobae Appa-mu,” jawabku dengan penjelasan.
“Jihya, tahu Ssaem-mu dulu juga pernah menyukai Appa,” tukas Jeonghan yang membuatku langsung menatapnya.
“Wah, kenapa kalian tidak menikah saja agar Jihya punya Eomma?”
Lihat, astaga! Sikapnya benar-benar mirip dengan Jeonghan yang langsung mengatakan hal yang ada di kepalanya.
“Jihya, maaf tapi Ssaem tak bisa,” ujarku.
“Huh, kenapa begitu? Padahal aku akan senang jika Ssaem menikah dengan Appa,” ucapnya dengan nada sedih.
“Jihya, tak perlu khawatir. Jihya akan mendapatkan apa yang ia inginkan nanti,” bisik Jeonghan yang masih bisa kudengar.
Aku menghela nafasku, hingga akhirnya membawa Jihya masuk ke dalam, meninggalkan Jeonghan yang masih berdiri di tempat tadi sambil melambaikan tangan pada Jihya.
Hari sudah sore, ini sudah waktunya untuk pulang karena kegiatanku di sekolah pun sudah selesai. Aku berjalan keluar dengan mengecek jadwal di ponselku, sampai akhirnya langkahku terhenti begitu aku melihat Jeonghan yang berjalan dari arah parkiran menuju pintu utama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Jeonghan-ssi,” panggilku yang membuat Jeonghan langsung menoleh ke arahku.
“Huh, apa aku tepat waktu menjemputmu?” tanya Jeonghan dengan menatapku.
Aku tak menanggapi perkataannya tadi dan malah mengajukan pertanyaan padanya.