Hai guys i'm back.. Hehe back dilapak ini maksudnya gimana masih ada yg nungguin imagine ini ngga? Atau kalian nunggu lapak sebelah? Ayo, yg mana yg lebih kalian tungguin ini, btw guys klu misal aku up jadwal kalian keberatan ngga? Eh, tapi jangan deh ya aku takutnya ngga bisa up sesuatu jadwal jadi gini aja ya guys random up ya hehe 😆.. Authornya emang suka lupa hari jadi takut kelewatan harinya hehe 😅 yg harusnya up jadi ngga gitu 😄😆, yaudah up ya random aja ya dari pada kelupaan ngga up.. 😁😊
Hari yang begitu cerah untuk memulai hari, semoga saja hari ini semua akan berjalan sesuai rencana. Tidak seperti kemarin, semua rencana yang ku susun gagal total, bahkan aku harus menelan pil pahit karena melihat kekasih—tidak, mantan kekasihku—berselingkuh dengan teman sekantornya. Dan yang parahnya lagi, dia mengakuinya, setelah itu dia memutuskanku karena lebih memilih selingkuhan itu.
“Baiklah, sudah cukup kita membahas pemuda berengsek itu,” gumamku sambil memantapkan hati. “Kita lihat saja, wanita yang sekarang menjadi kekasihnya itu akan merasakan apa yang kurasakan setelah ini. Pasti tidak akan lama lagi, percayalah.”
Aku menghembuskan napasku setelah selesai bersiap. Hari ini aku memilih pakaian yang sederhana saja: kemeja putih dengan luaran (blazer) berwarna cokelat dan rok pensil selutut, serta tas yang senada dengan rokku. Aku berjalan keluar kamarku tanpa berlama-lama, langsung mengambil beberapa dokumen yang akan kubawa hari ini, serta paperbag yang berisi sarapanku.
“Kaja… Hari ini kita bisa memenangkan lebih banyak klien lagi dari hari kemarin,” gumamku dengan langkah mantap berjalan keluar apartemen kecil milikku.
Aku berjalan menuju halte busway di dekat apartemenku. Namun, saat berjalan ke sana, tiba-tiba sebuah motor melintas dengan kecepatan tinggi yang membuat genangan air tercipta, dan air kotor itu tepat memercik ke arahku.
“Maaf, Nona!” teriak pengemudi tadi tanpa berhenti.
Aku memandang diriku yang kini basah dan kotor di bagian bawah. “Ahh, apa dengan ‘maaf’ saja bajuku akan kering lagi? Aishh… Bagaimana ini? Aku tidak punya waktu untuk sekadar berganti baju. Ah… Molla… Sekarang lebih baik aku cepat-cepat!” ucapku sambil berlari ke halte busway, mengabaikan penampilanku yang sudah tidak karuan.
Setelah sampai di depan kantor tempatku bekerja, aku langsung berlari masuk mengejar waktu yang benar-benar tipis sekarang. Namun, lagi-lagi kesialan terjadi padaku. Heels milikku malah patah, yang membuatku terjatuh terduduk di lantai lobi yang dingin.
“Argh… Ah, sial! Jangan lagi! Kenapa denganku? Kenapa harus sekarang kau patah, kenapa tidak na…” perkataanku terhenti ketika aku melihat sebuah tangan yang terjulur itu. Aku langsung mendongak untuk melihat siapa pemilik tangan itu.
“Ayo, bangun. Kenapa kau malah duduk di sana?” ucapnya dengan nada tenang.
Aku melihat sekelilingku yang memang sedang memperhatikan diriku, hingga akhirnya aku meraih tangannya untuk membantuku berdiri.
“Terima kasih,” ucapku sedikit malu. Seseorang itu hanya mengangguk pelan dan berjalan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
Aku menatapnya yang berjalan pergi, mengabaikan rasa sakit di kakiku dan pakaianku yang kotor. Tanpa berpikir lagi, aku langsung berlari menuju ruangan rapat, namun langkahku langsung terhenti ketika aku melihat Tuan Jung.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Casualeseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
