Hai.. Hai..
Aku kembali lagi!! Gimana masih pada setia menunggu diri ku nih? Geer bgt iya diri ku hahaha, yaudah lupa. Karna diri ku sudah kembali dari hiatus ku dan aku sudah kembali lagi, untuk mengawali aku kembali dari hiatus ku. Kali nih aku bawain hoshi bersama ku, eaaa.
Yaudah kita langsung saja iya..
Aku berjalan dengan santai menuju kelasku sambil menyapa beberapa Hoobae yang berpapasan denganku. Langkahku terhenti saat aku melihat Kwon Soonyoung, atau biasa ku panggil Hoshi. Seseorang yang kukenal, menghadang jalanku.
“Aish, ini masih pagi. Jangan membuatku kesal, menyingkir lah sebelum aku memukulmu!” kataku sambil menyilangkan kedua tangan di dada.
“Haha, aku hanya ingin mentraktir mu hari ini. Ayo kita pergi ke snack bar sebelum bel masuk kelas,” ucapnya santai sambil merangkulku.
“Jinjja? Jinjjayo? Wah, sejak kapan seorang Kwon Soonyoung bersikap manis seperti ini padaku? Biasanya kau membuatku kesal terus!” ucapku sambil menatapnya curiga.
Aku melihat ia hanya tersenyum misterius dan mulai berjalan di sampingku.
“Yak… Hoshi, apa terjadi sesuatu padamu sampai-sampai kau bersikap seperti ini? Ayo katakan padaku, jebal,” desak ku lagi.
“Kau nanti juga akan tahu,” jawabnya sambil tersenyum menenangkan.
“Cih, apa-apaan kau ini. Sudahlah,” seruku pasrah.
Kami pun berjalan beriringan menuju snack bar. Sesekali kami bercanda atau melempar lelucon receh khas kami. Yah, Hoshi ini adalah teman baikku. Kami berteman sejak masa ospek dan sudah sangat dekat, sampai banyak yang mengira kami memiliki hubungan spesial. Namun, kenyataannya kami hanya sebatas teman.
Aku menoleh saat mendengar suara bisikan dari salah satu Hoobae kami yang tak sengaja berpapasan. Mereka tampak membicarakan kami. Aku dengan jahilnya langsung merangkul pinggang Hoshi dan mengecup pipinya sekilas.
“Lihat, aku iri pada (y/n) Sunbae. Mereka hanya berteman, tapi terlihat seperti orang berpacaran.”
“Jika mereka benar-benar berpacaran, bukannya akan lebih bagus?”
“Yakk!” seru Hoshi terkejut.
Aku hanya tersenyum lebar sambil menatapnya. Tak lama, ia pun tersenyum balik ke arahku, sepertinya ia mengerti kenapa aku bertingkah seperti itu—membuat rumor kami semakin nyata.
“Uri (Y/n)-ya, kau tampak cantik hari ini. Kau bersinar seperti bunga yang bermekaran di musim semi,” ucap Hoshi sambil mencubit pelan pipiku.
“Gomawo, aku memang cantik sejak lahir. Oh, lihat! Aku menggunakan jepit rambut hari ini, bagaimana? Cantik, ‘kan?” tanyaku dengan bangga.
“Eung, kau sangat-sangat cantik. Kaja, aku ingin membelikan mu sesuatu,” ucapnya sambil tersenyum tulus.
Aku hanya mengangguk pelan sambil menahan tawa, menikmati permainan pura-pura kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Acakseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
