Pernah kalian memendam perasaan pada seseorang? Dan berharap orang itu tidak tahu karena takut jika orang itu tahu mungkin ia akan menjauh atau tidak lagi dekat dengan kalian? Aku, pernah. Saat ini aku tengah menyukai teman sekelas ku. Aku sudah menyukainya sejak dari pertama kami masuk sekolah. Aku memang cukup dekat dengannya sejak kami di satu kelas yang bersama. Namun, sampai saat ini ia belum tahu jika aku menyukainya, bahkan teman-teman ku saja tidak ada yang tahu jika aku menyukainya.
Pagi ini, seperti biasa aku selalu datang lebih awal dari teman-teman sekelas ku. Entahlah, aku sangat menyukai ketika aku lebih dulu datang dari teman-teman ku. Terlebih aku bisa memandanginya yang berjalan di lapangan saat ia datang, atau menaruh sesuatu di bawah mejanya tanpa ketahuan.
Sepertinya sekarang, aku melihat ia sedang berjalan menuju gedung sekolah begitu juga dengan beberapa murid yang lain. Hingga tak lama, aku melihat ia tengah berbicara dengan murid wanita kelas sebelah.
“Apa Seungkwan dan Sohye sedekat itu?” batinku gelisah.
Aku masih memperhatikan mereka sampai akhirnya teman ku, Jina dan Kino, datang.
“(Y/n)-ya! Selamat pagi!” keduanya menyapa ku serentak.
Aku langsung menoleh melihat mereka yang baru saja datang dan berjalan ke arah ku. Aku tersenyum ketika melihat Jina dan Kino.
“Selamat pagi Kino, Jina,” sapa ku balik.
“Si murid teladan yang tidak pernah datang terla— huh, Seungkwan sedang apa dia dengan Sohye?” ucapan Kino malah beralih ketika melihat Seungkwan dan Sohye.
“Yakk... Apa gosip tentang mereka dekat itu benar? Lihat saja mereka tampak akrab sekali,” balas Jina.
“Gosip? Gosip apa? Kenapa aku tidak tahu tentang gosip seperti itu?” tanya ku refleks.
“Aigoo... Kau terlalu banyak belajar sampai tidak tahu gosip tentang teman mu sendiri. Jina, beritahu dia,” ucap Kino sambil menduduki kursinya.
“Begini, banyak yang mengatakan jika Seungkwan dan Sohye sedang dekat karena mereka selalu terlihat bersama. Dan banyak juga yang mengatakan jika mereka pasangan yang sangat cocok,” jelas Jina dengan nada bergosip.
Aku terdiam sambil mendengar perkataan Jina tadi. Aku bahkan terus melihat ke arah mereka, mencari kebenaran dari apa yang baru saja ku dengar.
“Aku tadinya kurang yakin, hanya saja setelah melihat ini aku jadi yakin. Bagaimana denganmu?” tanya Jina menyelidik.
“Molla!” jawab ku datar, berusaha menyembunyikan getaran di suara ku.
“Kau ini, aku akan menanyakan langsung saja pada Seungkwan,” ucap Jina mulai berdiri.
“Yakk... Biarkan saja dulu sampai Seungkwan beritahu kita dengan sendirinya,” cegah Kino.
“Baiklah… Baik, aku akan menunggunya sampai ia mengatakannya sendiri,” jawab Jina sambil kembali duduk.
Aku masih belum percaya dengan semua perkataan Jina dan Kino tadi. Pasalnya, Seungkwan memang mudah dekat dengan siapapun. Ah, entahlah. Ini membuat ku sedikit merasakan sakit dalam hati ku. “Apa aku nyatakan saja perasaan ku padanya?” pikirku. “Tidak... Tidak! Jika dia sudah berkencan Sohye, bukan aku yang akan malu nanti? Apalagi jika geng Sohye tahu, aku bisa di-bully oleh mereka karena ingin merebut Seungkwan dari Sohye.” Sepertinya diam adalah satu-satunya cara agar aku baik-baik saja meski sakit. Dan lagi, sebaiknya aku mulai sekarang harus melupakan perasaan ku pada Seungkwan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
