seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Angin berhembus kencang membuatku memejamkan mataku. Aku benar-benar menikmati suasana kali ini, sampai akhirnya aku mendengar suara anak laki-laki berteriak memanggil namaku dengan sebutan Eomma.
“Eomma!” teriaknya sambil berlari ke arahku.
“Aigoo... kau sudah selesai bermain dengan teman-temanmu?” tanyaku sambil mengusap keringat yang membanjiri dahinya.
“Aku haus, Eomma,” ucapnya yang membuatku tersenyum gemas melihatnya.
“Nah, minum dengan perlahan,” ujarku sambil memberinya sebotol air minum.
Setelah minum, ia kembali memberikan botol tadi padaku, hingga tak lama ia berlari lagi.
“Itu Appa, Appa!” teriaknya sambil berlari menuju seorang pemuda yang baru saja berjalan menghampiri kami.
Aku tersenyum begitu melihat pemuda itu menggendong anak laki-laki itu. Pemuda itu langsung berjalan menghampiriku dengan anak laki-laki itu digendongnya.
“Hai!” sapanya dengan mengecup bibirku sekilas saat ia berlutut di hadapanku sekarang ini.
“Kenapa kau ada disini, Hoshi? Bukannya kau bilang hari ini sedang sibuk?” tanyaku begitu Hoshi menurunkan anak laki-laki itu dan duduk di alas yang ku duduki tadi.
“Aku merindukanmu,” seru Hoshi. Begitu duduk di sampingku, Hoshi langsung membaringkan tubuhnya dan menjadikan pahaku sebagai bantalannya.
“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” tanyaku sambil mengusap lembut pipi Hoshi.
“Sudah kubilang aku hanya merindukanmu dan Seohyu,” jawabnya dengan memiringkan kepalanya, kini berhadapan dengan perutku.
Aku hanya menggelengkan kepalaku mendengar perkataan Hoshi tadi.
Aku dan Seohyu hari ini punya rencana untuk membeli pakaian baru yang akan kami pakai saat perayaan hari jadi pernikahan Halmeoni dan Harabeoji yang akan digelar tiga hari lagi.
Aku tersenyum begitu melihat Seohyu yang tengah berjalan-jalan sendiri dengan kantung permen yang ia bawa sejak tadi di tangannya. Para pegawai di butik Eunji saja terus senyum gemas melihat Seohyu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Dia begitu menggemaskan. Aku jadi tak sabar menunggu anakku lahir juga,” ujar Eunji yang sedang membantuku mencoba gaun yang kupilih, sambil ia mengusap perutnya yang sudah membesar itu.
“Bukannya kau akan melahirkan dalam waktu dekat?” ujarku dengan tersenyum.
“Eung, tolong bimbingannya. Ya, kau kan sudah punya satu,” ucap Eunji sambil tersenyum padaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku saat mendengarkannya.