seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Helaan napas berat terus saja aku keluarkan saat Jeonghan sibuk mengobrol dengan gadis yang tadi menghampiri kami dengan tiba-tiba. Aku yang sudah tidak bisa menunggu lagi langsung beranjak dari dudukku sekarang. Sungguh, aku sudah mual lagi karena aroma cafe ini. Bukan apa-apa, tadi saja aku memilih tempat duduk di luar karena aku tak bisa berlama-lama di dalam; mencium aroma cafe ini saja membuatku mual.
“(Y/n)-ya! Sunhwa, tunggu sebentar, ya. Aku harus bicara dengannya dulu,” ucap Jeonghan, menyadari kepergianku, dan langsung mengejar ku.
“Kenapa mengejar ku? Lanjutkan saja. Aku hanya ingin keluar karena aku sedikit umh…” Ucapanku tertahan karena rasa mual yang tiba-tiba memuncak.
“Kau tak apa? Apa kita perlu ke toilet?” tanya Jeonghan dengan nada khawatir, mengusap punggungku.
“Jeonghan!” Jeonghan langsung menoleh ketika mendengar namanya dipanggil oleh gadis tadi.
“Aku pulang duluan saja. Aku tak tahan dengan aroma parfumnya juga,” ucapku, sedikit berbohong, lalu berjalan pergi.
“Sunhwa, aku duluan. Sampai nanti,” ujar Jeonghan, langsung meninggalkan gadis itu tanpa menunggu jawabannya.
Aku langsung memalingkan wajahku saat melihat Jeonghan yang sudah mulai mengikuti ku.
“Kau tidak jadi berkencan dengan gadis itu?” tanyaku saat Jeonghan berjalan beriringan denganku.
“Berkencan? Siapa, aku?” tanyanya bingung.
“Eung, kau. Siapa lagi? Bukankah gadis tadi kekasihmu?” ucapku, berusaha terdengar biasa saja.
“Siapa? Sunhwa kekasihku? Haha, iya, tapi itu dulu. Kami sudah berakhir dua tahun lalu,” jawab Jeonghan dengan menatapku.
“Waeyo? Bukankah dia gadis yang cantik? Kenapa kau melepaskannya?” tanyaku, sungguh penasaran.
Jeonghan hanya tersenyum ke arahku dengan mengusap lembut kepalaku tanpa menjawab pertanyaan itu.
“Kau ingin sesuatu lagi? Biar sekalian aku belikan?” tanyanya, malah mengalihkan topik pembicaraan.
“Tidak ada. Kita langsung pulang saja sekarang,” jawabku.
Jeonghan hanya mengangguk pelan sambil menggandeng tanganku. Genggaman tangannya terasa hangat dan menenangkan, menghilangkan sedikit rasa sakit di hati karena melihatnya bersama gadis lain.
Aku menggeliat saat merasakan sinar matahari mengenai wajahku. Aku langsung beranjak untuk segera mandi. Untungnya hari ini aku tak merasakan mual seperti pagi-pagi sebelumnya, hanya mual sedikit saja dan masih bisa dikendalikan.
Aku keluar kamar dengan pakaian santai, hanya dengan sebuah atasan berlengan panjang dan celana bahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.