seventeen x you
yuk halu bareng...
dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1...
disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng..
bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu..
Nantinya bukan hanya all member s...
Seminggu sudah berlalu, ternyata Rowon lebih gila dari dugaanku. Yah, dia sekarang lebih terang-terangan menggodaku saat kami terus bertemu di club, bar, ataupun pesta yang diadakan teman-temanku. Dia benar-benar gila menurutku karena dia berani menggodaku bahkan saat ada Joshua pun dia terus melakukannya.
Itu sebabnya aku sekarang jarang sekali ikut berpesta dengan mereka. Mungkin hanya sesekali saja, seperti sekarang mereka sedang mengadakan pesta di sebuah club. Aku tidak ikut karena Soohyun bilang Rowon juga ada, jadi aku hanya di rumah sambil menunggu Joshua yang sedang keluar membeli makanan. Tak lama aku mendengar suara bel apartemenku berbunyi. Aku langsung bergegas membukanya.
“Siapa malam-malam seperti ini bertamu?” gumamku.
Dan setelah aku membuka pintu apartemenku, aku cukup terkejut saat melihat siapa orang itu.
“Rowon? Kau, sedang apa kau di sini?” tanyaku.
Rowon hanya tersenyum dan langsung melangkah mendekat ke arahku.
“Boleh aku masuk?” tanyanya santai.
Aku terdiam sambil menatapnya hingga Rowon membuka lebar pintu apartemenku dan berjalan masuk. Aku langsung mengikutinya. Aku melihat Rowoon yang sedang berdiri di ruang tengah, ia menoleh ke arahku sambil tersenyum.
“Kau sendirian di apartemen mu? Baguslah, ayo bersenang-senang denganku selagi dia tidak ada,” ucapnya sambil membuka jaketnya.
“Yakk… Apa yang kau lakukan?” seruku, merasa terancam.
“Bukankah kau menginginkannya juga? Ayolah, kita bersenang-senang malam ini,” ucapnya dengan senyum jahil.
“Kau gila! Keluar dari apartemenku sekarang! Cepat!” ucapku sambil menghampirinya. Aku hendak menariknya keluar, namun, dia malah menggendongku seperti karung beras.
“Yakk… Rowon-ssi! Apa yang kau lakukan, bodoh!” teriakku sambil meronta.
Dia membawaku ke kamar yang ada di lantai bawah. Kamar ini adalah ruang kerja Joshua, tapi memang ada ranjang tidurnya. Begitu kami sudah masuk, dia langsung menurunkan ku dan dia juga langsung membuka kausnya. Setelah itu, dia mendorong tubuhku untuk berbaring terlentang.
“Ayolah bersenang-senang denganku. Bukan ini yang kau mau sejak dulu?” ucapnya yang berada tepat di atasku.
Bukan menindih, dia menopang tubuhnya dengan tangannya. Aku memalingkan wajahku saat melihat wajahnya yang benar-benar dekat denganku.
“Kau gila? Dulu iya, tapi sekarang tidak! Aku tidak menginginkannya lagi! Menyingkir lah dariku sekarang!” ucapku tegas.
“Jangan seperti itu. Kau membuatku tambah menginginkanmu, sayang,” ucapnya sambil menahan kedua tanganku.
Aku berusaha melepaskan diri darinya, namun, ia malah semakin menahan tanganku sedangkan dirinya sibuk menciumi leherku.
“Rowon-ssi, hentikan! Aku mohon!” ucapku lagi dengan memberontak.
“Tidak akan sampai kau jadi milikku,” bisiknya.
Hingga tak lama, aku mendengar suara pintu kamar terbuka. Aku langsung menoleh, melihat Joshua dengan sebuah kue di tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.