Maafnya karna up malam-malam
Buat yang request mohon bersabarnya karna sedang dalam tahap pembuatan, aku ngeluarin cerita yang udah lama aku buat dulu, iya. Tenang aja lagi aku buatin nanti aku up seleng sama cerita yang lainnya.
Yuk yang mau request lagi bisa langsung komen atau dm ke aku, iya. 😉😊
Mohon maaf ngga bilang dulu kalau bagian chapter ini ada rentan umurnya.
Warning 18+
Aku menatap sekelilingku untuk memastikan keadaan sudah aman. Aku bersembunyi saat melihat anak buah appa-ku berjalan menuju dapur dan, setelah memastikan mereka telah lewat, aku langsung berlari menuju pintu belakang. Namun, saat aku membukanya, aku dikejutkan oleh sebuah lengan yang membekap ku.
“Ehm,” gumamku tertahan.
“Ssttt... Ini aku, (y/n)-ya,” ucapnya pelan.
“Wonwoo! Astaga, kau membuatku ketakutan tadi,” ucapku sambil memeluknya erat.
Yah, orang yang membekap ku tadi adalah Wonwoo, kekasihku. Kami sudah berkencan sejak dua tahun lalu. Mengenai kenapa aku mengendap-endap, itu karena appa-ku tidak memperbolehkan ku untuk bertemu Wonwoo dan melarang ku menjalin hubungan dengannya.
Alasannya, appa Wonwoo adalah musuh besar appa-ku. Yah, kami lahir dari keluarga mafia; appa-ku seorang mafia besar, begitu juga dengan Appa Wonwoo. Sebenarnya, dulu mereka berteman dan bahkan ingin menjodohkan anak mereka, tapi aku tidak tahu apa alasan mereka menjadi musuh. Samcheon juga tidak tahu kenapa mereka bermusuhan, ia hanya menceritakan bahwa Appa pernah berteman baik dengan appa Wonwoo.
“Maafkan aku, sayang. Ayo kita pergi sebelum semua anak buah appa-mu mengetahui aku ada di sini,” ucapnya sambil menggandengku.
“Wonwoo! Bagaimana kau bisa masuk ke rumahku??” tanyaku pelan.
“Aku menyelinap masuk,” jawabnya pelan.
“Bodoh! Bagaimana jika kau tertangkap? Aku sudah bilang untuk menungguku di tempat biasa kita berte...” Ucapan terhenti ketika Wonwoo tiba-tiba mencium bibirku.
“Berhenti mengoceh. Bagaimana jika anak buah appa-mu mendengarnya,” bisiknya setelah mencium ku.
Aku mengerjapkan, menetralkan detak jantung yang berpacu, mencoba mengontrol diriku.
“Diam dan ikuti saja aku, kau mengerti?” ucapnya sambil mengelus pipiku.
Aku hanya mengangguk pelan dan berjalan mengikutinya.
Beberapa saat kemudian. Wonwoo membuka pintu apartemennya dan berjalan masuk, dengan aku yang mengikutinya. Namun, saat kami masuk, kami malah diperlihatkan pemandangan yang membuat Wonwoo menarik ku ke dalam pelukannya, menutupi pandanganku agar tak melihat Hoshi yang sedang bercumbu mesra dengan kekasihnya.
“Yakk... Pergi! Lakukan itu di kamarmu sana! Kenapa harus kalian lakukan di ruang tengah, dasar bodoh!” umpat Wonwoo kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Acakseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
