37.MINGHAO

1.4K 103 0
                                        

Aku menghela nafasku saat melihat jam tangan di pergelangan tangan kiriku. Sudah hampir tiga jam aku menunggu kekasihku yang tak kunjung datang.

​Aku menoleh saat mendengar seseorang memanggilku. Aku tersenyum tipis padanya yang sedang berjalan ke arahku. Aku melihat dia langsung mendudukkan dirinya di hadapanku.

​“Apa Minghao Hyung belum datang juga?” tanyanya.

​Aku hanya menggelengkan kepala.

​“Kau sudah menghubungi lagi?” tanyanya lagi.

​“Sudah, tapi dia tidak mengangkatnya,” jawabku.

​“Sudahlah, mungkin dia masih sibuk. Ayo, biar aku saja yang mengantarmu untuk pergi ke acara pernikahan temanmu,” ucapnya sambil beranjak.

​“Sudahlah, lupakan. Aku sudah tidak ingin datang, mood-ku sudah hancur,” ucapku sambil berjalan meninggalkan tempat.

​“Yakk... Kau mau ke mana?” teriaknya.

​“Berganti pakaian. Subin-yakaja, kita keluar. Sepertinya aku butuh udara segar,” jawabku.

​“Baiklah, aku akan menunggumu,” ucapnya.

POV Minghao...

​Aku terus memperhatikan Tuan Jung yang sedang mempresentasikan proyek yang akan timnya pegang. Aku menoleh dan mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari (y/n). Hingga akhirnya, aku teringat sesuatu. Aku langsung beranjak dan menyuruh sekretarisku yang bertanggung jawab dengan semuanya.

​Aku langsung berjalan keluar ruangan rapat menuju basement. Aku mengeluarkan ponselku untuk menghubungi nomor (y/n) lagi, karena tadi aku tak sempat mengangkat satu pun panggilannya.

​“Oh, yeoboseo.”

​“Eung, yeoboseo.”

​“(Y/n)-ya, kau masih di apartemen mu?”

​“Aku sedang di luar sekarang, kenapa?”

​“Oh, kau sudah pergi ke pernikahan temanmu itu?”

​“Eung, Minghao-ya, aku harus menutup teleponnya. Nanti ku telepon balik, oke, bye.”

​Aku menghela nafasku saat melihat fotonya di layar ponselku. Aku tahu jika ia sudah seperti itu, dia pasti marah padaku.

​Aku menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang berjalan masuk. Aku tersenyum tipis ke arah (y/n) yang baru saja pulang bersama Subin, teman kampusnya. Aku berjalan menghampirinya yang masih berdiri di samping Subin.

​“Sejak kapan kau ada di sini, Hao?” tanyanya.

​“Tiga puluh menit yang lalu, sepertinya,” jawabku.

​Aku melihat ia hanya mengangguk pelan sambil berjalan menuju kamarnya.

​“(Y/n)-ya, aku pulang sekarang, ya. Sampai jumpa besok. Hyung, aku pulang,” ucap Subin sambil berjalan pergi.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang