Aku menghela nafasku saat melihat jam tangan di pergelangan tangan kiriku. Sudah hampir tiga jam aku menunggu kekasihku yang tak kunjung datang.
Aku menoleh saat mendengar seseorang memanggilku. Aku tersenyum tipis padanya yang sedang berjalan ke arahku. Aku melihat dia langsung mendudukkan dirinya di hadapanku.
“Apa Minghao Hyung belum datang juga?” tanyanya.
Aku hanya menggelengkan kepala.
“Kau sudah menghubungi lagi?” tanyanya lagi.
“Sudah, tapi dia tidak mengangkatnya,” jawabku.
“Sudahlah, mungkin dia masih sibuk. Ayo, biar aku saja yang mengantarmu untuk pergi ke acara pernikahan temanmu,” ucapnya sambil beranjak.
“Sudahlah, lupakan. Aku sudah tidak ingin datang, mood-ku sudah hancur,” ucapku sambil berjalan meninggalkan tempat.
“Yakk... Kau mau ke mana?” teriaknya.
“Berganti pakaian. Subin-ya, kaja, kita keluar. Sepertinya aku butuh udara segar,” jawabku.
“Baiklah, aku akan menunggumu,” ucapnya.
POV Minghao...
Aku terus memperhatikan Tuan Jung yang sedang mempresentasikan proyek yang akan timnya pegang. Aku menoleh dan mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari (y/n). Hingga akhirnya, aku teringat sesuatu. Aku langsung beranjak dan menyuruh sekretarisku yang bertanggung jawab dengan semuanya.
Aku langsung berjalan keluar ruangan rapat menuju basement. Aku mengeluarkan ponselku untuk menghubungi nomor (y/n) lagi, karena tadi aku tak sempat mengangkat satu pun panggilannya.
“Oh, yeoboseo.”
“Eung, yeoboseo.”
“(Y/n)-ya, kau masih di apartemen mu?”
“Aku sedang di luar sekarang, kenapa?”
“Oh, kau sudah pergi ke pernikahan temanmu itu?”
“Eung, Minghao-ya, aku harus menutup teleponnya. Nanti ku telepon balik, oke, bye.”
Aku menghela nafasku saat melihat fotonya di layar ponselku. Aku tahu jika ia sudah seperti itu, dia pasti marah padaku.
Aku menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang berjalan masuk. Aku tersenyum tipis ke arah (y/n) yang baru saja pulang bersama Subin, teman kampusnya. Aku berjalan menghampirinya yang masih berdiri di samping Subin.
“Sejak kapan kau ada di sini, Hao?” tanyanya.
“Tiga puluh menit yang lalu, sepertinya,” jawabku.
Aku melihat ia hanya mengangguk pelan sambil berjalan menuju kamarnya.
“(Y/n)-ya, aku pulang sekarang, ya. Sampai jumpa besok. Hyung, aku pulang,” ucap Subin sambil berjalan pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
