35.JUN

1.5K 103 4
                                        

‍Aku menghela nafasku setelah menyelesaikan semua pekerjaanku di kafe tempatku bekerja. Malam ini cukup larut. Aku berjalan ke belakang untuk membuang semua kantung sampah hari ini. Setelah membuka pintu belakang dan meletakkan beberapa kantung sampah di tempatnya, barulah aku merasa lega. "Selesai! Akhirnya aku bisa pulang," gumamku.

Aku berjalan pulang sambil memainkan ponselku hingga tak lama aku mendengar suara seekor kucing yang sepertinya meminta pertolongan. Suara itu terdengar lirih dan menyedihkan. Aku terus mencari hingga akhirnya aku melihat seekor kucing berwarna putih bersih terjebak di antara semak-semak lebat. Aku langsung menghampirinya untuk menolongnya.

"Aigoo… Kenapa kau bisa terjebak disana?" ucapku lembut sambil berjongkok.

Aku mengusap lembut kepalanya dan melihat-lihat keadaannya, takut jika dia terluka. Dan benar saja, ada beberapa luka gores di bagian punggung dan belakang kakinya. Tanpa pikir panjang, aku langsung menggendongnya dan membawanya pulang untuk ku obati.

Setibanya di apartemenku, aku langsung meletakkan kucing tadi di sofa ruangan tengah yang empuk. Aku bergegas mengambil kotak obat.

"Cah, ayo. Kita obati luka-luka mu dulu agar kau bisa cepat sembuh," ucapku sambil menatap kucing tadi. Kucing itu mengeong pelan seolah mengerti.

Dengan telaten, aku membersihkan dan mengobati luka-luka kucing tadi. Aku tersenyum saat setelah selesai. Aku merapikan kotak obat kembali ke tempatnya.

"Kau tunggu disini dulu, ya. Aku akan menyiapkan tempat tidur untukmu," ucapku.

Aku langsung berjalan menuju kamarku untuk menyiapkan tempat tidur untuknya. Kebetulan, adikku pernah memiliki kucing dan barang-barang kucing itu, termasuk kasur kecilnya, kebetulan ditinggalkan di apartemenku saat ia berkunjung bulan lalu.

Setelah selesai menyiapkan, aku kembali ke ruang tengah, menggendongnya, dan langsung membawanya ke tempat tidur yang akan ia tempati. Kucing itu terlihat nyaman. Setelah itu, aku langsung bergegas membersihkan diri dan mengganti pakaianku.

Aku keluar kamar mandi, merasa segar. Aku berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurku. Dan setelah selesai memakai pakaian, aku langsung membaringkan tubuhku di atas tempat tidurku. Entahlah, aku merasa begitu mengantuk malam ini. Mungkin karena pekerjaanku hari ini begitu banyak, jadi aku merasa sangat lelah. Tak lama, mataku pun terpejam.

Aku terbangun, mengerjapkan mataku saat merasakan sinar matahari mengenai wajahku. Aku begitu terkejut saat melihat seorang pemuda tampan sedang duduk bersila di lantai, tepat di samping tempat tidurku, sambil menatapku lekat.

 Aku begitu terkejut saat melihat seorang pemuda tampan sedang duduk bersila di lantai, tepat di samping tempat tidurku, sambil menatapku lekat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ah, siapa kau? Bagaimana bisa kau masuk ke dalam kamarku?" ucapku panik sambil menarik selimut menutupi dada.

​Pemuda itu tersenyum tipis. "Bukan kau yang membawa ku semalam?" jawabnya, nadanya tenang.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang