WONWOO (2 End)

2.3K 137 15
                                        

Aku turun dari taksi dan berjalan cepat memasuki gedung perusahaan milik keluarga Wonwoo. Saat hendak melangkah menuju ruangannya, aku melihat Yuri dan Hyona baru saja keluar dari lift, sepertinya mereka benar-benar mengikuti ku.

​"(y/n)-ya!" panggil Yuri sambil berlari ke arahku.

​"Kenapa kalian disini? Pulanglah, aku ada urusan dengan Wonwoo Oppa," ucapku dengan wajah datar.

​"Tidak, kami akan menemanimu sampai kau menyelesaikan masalahmu dengan Wonwoo Oppa," kata Yuri.

​"Terserah kalian saja," jawabku, tak acuh.

​Kami sampai di depan pintu ruangan Wonwoo. Aku langsung membukanya, dan betapa terkejutnya aku melihat Wonwoo sedang ditindih oleh Eunha. Aku langsung berjalan mendekat, melihat Wonwoo mendorong Eunha menjauh darinya.

​"(y/n)-ya, aku bisa jelaskan se—" ucapannya terhenti saat aku melayangkan tamparan ke pipi Eunha.

​"Apa belum cukup waktu itu kau berebut Bangchan dariku, dan sekarang kau juga ingin merusak hubungan ku dengan Wonwoo Oppa?" tanyaku sambil menatapnya tajam.

​Kulihat Eunha hanya tersenyum remeh, memegangi pipinya. "Cih, salahkan mereka, jangan salahkan aku. Aku hanya mengikuti keinginan mereka saja," ucapnya, menatapku.

​"YAK! AKU SUDAH CUKUP MUAK DENGAN PERKATAAN DAN TINGKAH LAKUMU SELAMA INI! BERHENTI SEKARANG JUGA SEBELUM AKU BENAR-BENAR MEROBEK MULUTMU!" teriakku.

​"Lakukan saja, aku tidak akan melarang mu. Tinggal nanti aku laporkan kau ke polisi karena telah menganiaya ku," jawabnya santai.

​Aku mengepalkan tangan, menatapnya. Aku menoleh saat sebuah usapan mendarat di bahuku. Aku menepis tangan Wonwoo dan menatapnya.

​"Apa kau bisa jelaskan semua ini padaku? Kenapa dia berada di ruangan mu dan apa maksud dari foto ini?" tanyaku.

​Kulihat Wonwoo mengerjapkan matanya saat melihat foto di layar ponselku. Foto yang memperlihatkan ia sedang berciuman dengan seorang gadis di dalam mobil.

​"Sudah jelas, kan? Kami punya hubungan spesial di belakangmu, (y/n)-ya. Apa kamu masih tidak paham juga?" ucap Eunha.

​"Yak! Diam lah sebelum ku robek mulutmu. Aku muak mendengar suara mu sejak tadi!" ancam Hyona.

​"Kenapa? Kenapa kau diam? Apa perkataannya benar? Kau punya hubungan spesial dengannya di belakangku?" tanyaku lagi, menatap Wonwoo.

​"Tidak. Aku tidak akan mungkin mengkhianatimu. Aku hanya mengenalnya karena ayahnya adalah rekan bisnisku," jawabnya, menatapku.

​"Lalu kenapa dia ada di kantormu dan foto ini memperlihatkan kau berciuman dengannya?" tanyaku lagi.

​"Astaga, kau ini bodoh atau apa? Sudah jelas aku dan kekasihmu memi—" ucapannya terhenti saat aku kembali menamparnya.

​"Cukup! Berhenti mengatakan kau memiliki hubungan dengannya," ucapku sambil menatapnya.

​Kulihat Eunha hanya tersenyum remeh.

​"Baiklah, jika kalian memang memiliki hubungan, lanjutkan saja karena aku yang akan pergi di antara kalian," ucapku sambil melepaskan cincin yang melingkar di jariku. "Aku kembalikan cincinmu, dan hubungan kita berakhir sampai di sini," lanjut ku, lalu berbalik dan berjalan pergi.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang