Aku mengatur napas, merasakan jantungku berdebar saat sudah berada di depan pintu kelasku. Dengan perlahan, aku membuka pintu putih itu dan melangkah masuk, mendudukkan diri di barisan terdepan dengan senyuman yang masih merekah di wajahku. Aku menoleh saat merasakan tatapan heran dari seseorang.
"Waeyo? Apa ada sesuatu di wajahku, Minseo-ya?" tanyaku, sedikit canggung.
"Ani, hanya saja kau terlihat begitu bahagia mengikuti kelas pagi hari ini. Biasanya kau kan menggerutu jika mendapatkan jadwal kelas pagi seperti sekarang," ucap Minseo, masih dengan ekspresi penasaran.
Aku tersenyum lebar menanggapi perkataannya. "Tentu saja aku bahagia mengikuti kelas pagi hari ini. Hari ini kan jadwal kelas pagi Profesor Yoon!" jawabku riang.
"Ah, pantas saja wajahmu seperti itu," ucapnya lagi, kini dengan senyum tipis.
"Huh, memang kenapa dengan wajahku?" tanyaku, pura-pura kesal.
"Terlihat seperti orang bodoh," ucapnya, menahan tawa.
"Yak! Enak saja kau ini!" ucapku sambil memukul pelan bahunya. Minseo hanya tersenyum dan mengusap bahunya. Tak lama setelah itu, akhirnya kelas hari ini dimulai.
Aku tersenyum lebar saat melihat seorang dosen muda melangkah masuk dengan beberapa buku di tangannya. Ya Tuhan, sungguh tampan dia! Jika saja aku dan dia tidak sedang di kampus, mungkin aku sudah menghampirinya dan mengatakan betapa mempesona nya dia hari ini. Lamunanku teralihkan saat sebuah tangan melambai di depanku. Sontak, aku langsung tersadar dan menoleh ke arah Minseo.
"Sudah puas menatapnya? Jika sudah, sebaiknya kau fokus sekarang karena Yoon Jeonghan yang ada di depan sana sekarang sedang menjadi dosenmu. Ingat, perlakukan dia sebagai dosenmu, bukan sebagai kekasihmu, meski dia adalah kekasihmu," bisiknya sambil menatapku penuh makna.
Aku hanya tersenyum menatapnya. Yah, Yoon Jeonghan ini adalah kekasihku, lebih tepatnya tunanganku. Kami sudah lama menjalin hubungan. Hingga aku mendengar namaku dipanggil, sontak aku langsung menoleh.
"(Y/n)-ssi."
"Ne, Gyosunim," jawabku, sedikit kaget.
"Apa kau bisa membantu saya sebentar?" tanyanya, dengan senyum tipis yang selalu membuatku salah tingkah.
Aku melirik sekilas pada Minseo yang mengedipkan mata, lalu menatap Jeonghan kembali. "T-tentu, Gyosunim, apa yang bisa saya bantu?"
"Bisa tolong ambilkan laptop saya di ruangan saya? Saya lupa membawanya tadi," ucapnya sambil tersenyum.
"Tentu, kalau begitu saya permisi sebentar, Gyosunim," jawabku.
"Ne, sebelumnya terima kasih (y/n)-ssi," ucapnya sambil tersenyum lagi.
Aku hanya mengangguk pelan dan berjalan keluar kelas, jantungku berdegup kencang karena permintaan tak terduga itu.
Aku tersenyum lebar saat kembali membaca memo yang terselip di dalam laptop Jeonghan tadi.
Memo.
"Saranghaeyo (y/n)-ya"
Jeonghan.
Aku kembali menyimpan memo tadi ke dalam tasku saat teman-temanku sudah kembali dengan pesanan di tangan mereka. Yah, kelas sudah berakhir sejak beberapa waktu yang lalu. Kami juga sudah melewati hari yang melelahkan dan berkutat dengan banyak materi hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)
Randomseventeen x you yuk halu bareng... dipart 2 ini bakal lebih menegangkan dari part 1... disini tempatnya buat kalian ngehalu bareng.. bisa bayangin dong jadi bagian dari kehidupan para member seventeen meski halu.. Nantinya bukan hanya all member s...
