25.VERNON

1.6K 91 5
                                        

Aku melambaikan tanganku saat mendengar suara seseorang memanggilku, aku tersenyum saat melihat ia berjalan menghampiriku.

“Wah, lihat siapa yang akan menjadi fotograferku lagi. Senang bisa bertemu lagi denganmu, Eonni. Kemana saja kau selama ini?” ucapnya sambil memelukku erat.

“Aku melanjutkan kuliahku di Jerman selama ini, jadi aku mengambil cuti dari pekerjaanku selama tiga tahun ini,” jelas ku sambil tersenyum kecil.

“Dasar kau ini, kenapa tidak memberitahuku?” tanyanya lagi dengan wajah sedikit cemberut.

“Banyak hal yang harus ku selesaikan, jadi aku lupa memberitahumu,” jawabku sambil tersenyum tipis.

“Eyy, apa karena pemuda bernama Vernon yang membuatmu sampai meninggalkan Seoul dengan alasan melanjutkan kuliahmu?” ucapnya sambil mengangkat alis.

Aku mengerjapkan mataku saat mendengar perkataannya barusan. Yah, pasalnya tidak banyak orang yang tahu jika aku punya hubungan dengan Vernon. Vernon sendiri adalah salah satu model yang cukup terkenal, itu sebabnya hubunganku dengannya hanya beberapa orang saja yang tahu.

Mengenai hubunganku dengannya sebenarnya, aku dan dia sudah mengakhiri hubungan kami sejak tiga tahun lalu setelah berkencan hampir empat tahun lamanya. Yah, alasannya sederhana, karena waktu itu ia sedang meniti kariernya di dunia modeling, sedangkan aku juga masih menjadi asisten fotografer. Karena aku tidak ingin merusak semuanya, aku lebih memilih mengakhiri hubungan kami daripada harus menimbulkan masalah dan membuatnya kehilangan pekerjaannya.

“Maja, aku benar, kan? Lihat, kau sampai melamun seperti itu,” ucapnya sambil merangkulku dan tersenyum nakal.

“Eyy, tidaknya. Oh ya, bagaimana kau bisa tahu tentang hal itu, Solah?” tanyaku penasaran.

“Chani Oppa yang memberitahuku,” bisiknya pelan.

Aku menghembuskan napas panjang saat mendengar nama yang ia sebutkan tadi. Sudah kuduga jika Chani-lah yang memberitahunya. Yah, yang tahu semua tentangku hanya anak itu. Kebetulan ia juga salah satu model dan adik sepupuku. Dan jangan lupa, Solah juga adalah kekasih Chani.

“Eyy, apa pekerjaan kalian sekarang jadi tukang gosip? Aigoo, aku tidak percaya jika kalian jadi tu…” ucapanku terhenti ketika aku melihat seseorang yang sedang berjalan ke tenda istirahat.

“Eonni, wae?”

“Ani, sudahlah. Cepat bersiap, bukankah sebentar lagi pemotretan akan dimulai,” ucap ku cepat.

“Ah ne, kalau begitu aku ke ruang gantiku dulu, ya eonni,” jawabnya sambil berlalu.

Aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum ke arahnya. Perlahan aku menghembuskan napas panjang.

“Oke, kau harus biasa saja dan kau harus profesional juga. Ingatlah, dia modelmu sekarang dan bukan kekasihmu lagi,” gumam ku lirih.

Aku menghela nafas lega saat akhirnya sesi pemotretan selesai, hingga asistenku dan semua staff bertepuk tangan sambil membuka suara mereka untuk berterima kasih pada para model dan semua yang sudah bekerja hari ini.

Kamsahamnida atas kerja keras kalian hari ini,” ucap salah satu staff.

Aku hanya tersenyum kecil, hingga akhirnya mereka mulai membereskan semua peralatan yang digunakan tadi. Aku mendudukkan diriku di kursi depan laptop sambil memeriksa hasil foto-foto hari ini. Fokusku sempat buyar ketika aku dikejutkan dengan seseorang yang menarik kursi di sampingku dan mendudukkan dirinya di sana.

Aku mengerjapkan mataku kaget saat melihat siapa orang itu. Yah, siapa lagi kalau bukan Vernon.

“Ada apa, Vernon-ssi? Apa kau ingin melihat hasil foto tadi?” tanyaku sambil menatapnya datar.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang