14.WONWOO

4.2K 142 14
                                        

Disarankan untuk membaca imagine wonwoo 41 sebelum membaca part ini..
















Aku berjalan perlahan menyusuri koridor kampus sambil memainkan ponselku. Tak lama, kurasakan sebuah lengan merangkul bahuku. Aku menoleh, menatap Yuri yang memang sudah berjalan di sampingku sejak tadi.

"Sepertinya sekarang kau punya bodyguard pribadi, ya? Selain Wonwoo Oppa," ucapnya sambil tersenyum.

"Huh, apa maksudmu?" tanyaku, menatapnya.

"Lihat ke depan. Eom—, ah, bukan, maksudku calon ibumu menjemputmu. Yah, aku iri padamu, ibuku saja tidak per—"
"Diam lah, kau terlalu banyak mengoceh sekarang," ucapku, langsung membekap mulutnya untuk menghentikan ocehannya.

Yuri melepaskan tanganku dari mulutnya dan tersenyum. "Aku duluan, katakan pada Hyona aku pulang duluan!" teriaknya.

"Ne, sampaikan salamku pada calon ibumu!" balasnya berteriak lagi.

Aku menoleh ke arah Yuri dengan wajah kesal ku.
Aku menghela nafasku saat sudah berada di hadapan Seohyun. Yah, orang yang dimaksud Yuri tadi adalah Seohyun. Entahlah, semenjak aku masuk rumah sakit, Seohyun selalu datang menemui ku, entah di kampus atau di rumah. Bahkan ia selalu menanyakan keadaanku pada Ayah.

"Kenapa kau terus mendatangiku dan menemui ku di kampus?" tanyaku ketus, menatapnya.

"Leeteuk Oppa menyarankan aku untuk menjemputmu hari ini karena kita akan makan siang bersama," jawabnya sambil tersenyum lembut.

"Kau bisa mengirimiku pesan, tidak perlu menemui ku di kampus," sahutku.

"Maaf, apa aku mengganggumu dengan sikapku?" tanyanya, sedikit merunduk.

"Bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin menjadi bahan pembicaraan teman-teman sekampus ku tentang hubunganmu dengan Ayah," jawabku.

"Ah, begitu, maaf, aku tidak tahu tentang itu," ucapnya.

"Sudahlah. Lain kali kirim pesan saja padaku," ujarku sambil berjalan mendahuluinya.

"Yasudah, nanti aku akan mengirimkan mu pesan," katanya, mengikuti langkahku.









































































Aku membuka pintu kamar dan mengerjapkan mataku. Aku melihat Wonwoo sudah ada di dalam, membaca buku di atas ranjangku dengan posisi tengkurap. Yah, pasalnya setelah kami bertemu di kantornya waktu itu, ia bilang akan pergi ke Daegu untuk bertemu klien selama dua minggu. Itu sebabnya aku terkejut melihatnya ada di kamarku, padahal belum dua minggu.

Aku menutup pintu dan berjalan mendekatinya. Aku menjatuhkan diri di sampingnya, mengubah posisiku menjadi menghadapnya.

"Sejak kapan kau ada di kamarku?" tanyaku sambil mengusap pipinya.

Ia menutup bukunya dan berbalik menghadap ku.

Ia menutup bukunya dan berbalik menghadap ku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang