38.VERNON

1.4K 88 2
                                        

Aku tersenyum puas setelah membuat wajah Seohyun belepotan dengan riasan yang dibawa salah satu temanku. Jika kalian ingin tahu siapa Seohyun, dia adalah salah satu adik kelasku. Aku dan teman-temanku memang sudah sering menjahilinya. Dia gadis yang sangat pendiam dan selalu saja sendiri; entahlah, sejak masuk pun dia memang sudah seperti ini.

“Yakk… Yakk… Ayo foto dia dan sebarkan di grup obrolan kelas,” ucap temanku yang bernama Hyorin.

​“Tunggu, biar ku tambahkan ini dulu agar lebih menarik lagi,” ucapku sambil menghampirinya.

​“Haha, aigoo… Yakk… Sudah, cepat! Aku ingin memotretnya,” ujar temanku yang lain yang bernama Jieun.

​“Haha, lihat wajahnya. Astaga, Seohyun, kau benar-benar cantik seperti itu,” ucapku sambil memperlihatkan hasil fotonya.

​Seohyun hanya menundukkan kepalanya sambil mengangguk pelan.

​“(Y/n)-ya, ayo kita pergi! Kudengar tim basket akan latihan hari ini,” ucap Hyorin.

​Aku hanya mengangguk pelan sambil memberikan sebungkus tisu basah padanya, lalu berjalan meninggalkan Seohyun yang masih terduduk di ruang musik sendirian.

​Aku tersenyum ketika melihat seorang pemuda yang sejak tadi hanya duduk di tepi lapangan basket sambil memperhatikan teman-temannya yang sedang pemanasan. Aku menoleh saat Hyorin merangkul pundakku.

​“Oh, (Y/n)-ya, lihat disana! Vernon sepertinya dia tidak latihan hari ini,” ucapnya sambil menatapku.

​“Kurasa dia masih sakit, sepertinya,” sambung Jieun.

​Aku hanya diam sambil memperhatikannya hingga tak lama salah satu temannya datang, yang membuat Vernon langsung bergegas berlari entah ke mana.

​“Huh?”

​“Huh, kenapa dia pergi bersama Kino?” ucap Hyorin.

​“Yakk… Ayo kita ikuti! Aku penasaran ke mana mereka pergi,” ucap Jieun.

​Jieun langsung menarik tanganku bersama dengan tangan Hyorin.

​Dari kejauhan aku melihat Vernon masuk ke dalam ruangan musik bersama Kino. Aku yang ingin benar-benar tahu, langsung berjalan ke arah pintu. Namun, pintu masuk sepertinya sengaja dikunci dari dalam, hingga membuatku harus melihat dari jendela yang tertutup oleh gorden.

​“Untuk apa Kino dan Vernon kemari?” bisik Hyorin.

​“Ah, atau jangan-jangan mereka menemui seseorang di dalam?” ucap Jieun sedikit keras.

​Aku yang mendengarnya langsung menoleh dan memukul pelan lengannya.

​“Yakk… Pelan kan suaramu! Bagaimana jika mereka dengar? Dasar bod…” ucapku pelan.

​Jieun hanya diam sambil menatapku, hingga akhirnya kami mendengar suara Jung Ssaem memanggil nama kami.

​“Park Jieun, Kim Hyorin, Song (y/n), sedang apa kalian di depan ruang musik seperti ini? Bukan jam pelajaran! Sebentar lagi akan dimulai. Cepat masuk, atau kalian ingin saya hukum?” tegasnya.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang