JEONGHAN (2 End)

1.2K 103 9
                                        

​Matahari sudah menampakkan dirinya, sinarnya pun sudah masuk ke dalam celah jendela kamar ini. Aku menggeliat sambil merenggangkan tubuhku, perlahan mendudukkan diri di tempat tidur untuk sedikit mengumpulkan kesadaranku. Tak lama setelah itu, barulah aku beranjak bangun dan pergi menuju kamar mandi.

​Aku memilih pakaian santai karena memang hari ini aku hanya ingin bersantai bersama Jeonghan di apartemennya. Aku hanya mengenakan kaus putih dan celana pendek.

​Aku berjalan keluar kamarnya dan melihat Jeonghan yang sedang berada di pantry

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Aku berjalan keluar kamarnya dan melihat Jeonghan yang sedang berada di pantry. Aku hendak menghampirinya, namun langkahku terhenti ketika aku mendengar suara ponselku berdering. Aku langsung mengangkatnya tanpa ragu sedikit pun.

Yeoboseyo.”

​“…”

​“Ne, benar, saya sendiri. Ada apa? Iya, Pak?”

​“…”

​“Mwoya! Baiklah, saya kesana sekarang!”

​Dan setelah berkata seperti itu, aku langsung berlari menuju pintu depan, menghiraukan panggilan dari Jeonghan.

​Perasaan ku begitu campur aduk saat melihat Hyungwon yang duduk di bangsal rumah sakit dengan keadaan tangannya yang dibalut oleh gips. Aku langsung menghampirinya saat perawat sudah selesai menanganinya.

​“Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini?” tanyaku dengan nada khawatir.

​“Aku hanya melamun tadi. Maafkan aku membuatmu khawatir seperti ini,” ucapnya sambil menarik ku dalam pelukannya.

​“Bodoh! Jika kau sedang menyetir, kau tidak boleh melamun!” ucapku sambil menangis pelan.

​“Nemianhae,” ucapnya pelan.

​Aku hanya mengangguk pelan sambil membalas pelukannya.






























































​Seminggu sudah semenjak kejadian waktu itu. Aku sudah memberitahu Jeonghan setelah aku dan Hyungwon pulang dari rumah sakit. Semenjak hari itu juga, aku belum bertemu dengan Jeonghan sampai saat ini. Aku menghela napas saat selesai membersihkan kameraku. Hari ini aku ada pemotretan dengan salah satu majalah ternama. Aku mengambil ponselku untuk mengirimkan sebuah pesan pada Hyungwon. Hari ini juga dia baru kembali ke kantor setelah istirahat selama seminggu.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang